Rabu, 23 Juni 2010 | 10:52 WIB
RUSTENBURG – Turut meramaikan persaingan di piala dunia tidak sekadar urusan menang dan kalah. Bagi Oscar Tabarez, turnamen bola paling akbar dan bergengsi ini diibarat sebuah pesta yang digelar usai meraih sukses besar.Pelatih Uruguay ini mengakui senang bisa berada di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan usai melewati serangkaian pertandingan kualifikasi. Hal itu diungkapkan Tabarez setelah Le Celeste mengalahkan Meksiko 1-0, Selasa (22/6).
Di kualifikasi Piala Dunia 2010, Uruguay masuk zona CONMEBOL yang melibatkan sepuluh negara di zona Amerika Latin ini. Selama kualifikasi yang berjalan dua tahun, masing-masing tim dihadapkan pada 18 pertandingan. Sebuah tugas yang sangat berat mengingat kualifikasi di zona Eropa hanya makan waktu satu tahun.
“Di piala dunia, ada motivasi berbeda. Perhelatan ini ibarat pesta besar setelah kami bekerja keras selama kualifikasi,” kata Tabarez yang membawa Uruguay lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup A.
Brasil memimpin klasemen akhir kualifikasi zona Amerika Latin di atas Chile. Paraguay menempel di tempat ketiga, diikuti Argentina yang sempat diragukan bisa lolos. Uruguay mengamankan posisi kelima sekaligus tiket terakhir dari zona ini dengan memenangi laga playoff melawan Kosta Rika. “Saya yakin kelima tim yang lolos merasa lega karena kualifikasi berjalan panjang dan kami harus berjuang keras,” kata Tabarez.
Tabarez sendiri tidak terkejut jika kelima tim dari Amerika Latin tampil bagus di Afrika Selatan. Pasalnya, tim-tim dari zona ini punya karakter permainan menyerang. Gawang Uruguay sendiri tidak pernah kebobolan saat menghadapi Prancis, tuan rumah Afrika Selatan dan Meksiko di putaran grup.
Dari kelima tim Amerika Latin yang berlaga di Piala Dunia 2010, tiga tim yakni Brasil, Uruguay dan Argentina sudah memastikan diri lolos. Paraguay dan Chile juga punya kans menyusul ketiga tim ke putaran berikutnya. Paraguay untuk sementara memimpin klasemen Grup F. Sementara Chile berpeluang lolos sebagai juara Grup H.
“Kualitas sepakbola Paraguay dan Chile terus berkembang. Bahkan di benak Chile yang ada hanya permainan menyerang dalam sepakbola, selain modernisasi negara,” kata Tabarez.
Penampilan Diego Forlan dkk sejauh turnamen ini berlangsung memang begitu impresif,--berbeda saat kualifikasi yang harus melakoni play of. Kali ini Uruguay memastikan diri sebagai juara grup setelah menang 1-0 atas Meksiko, pada laga pamungkas penyisihan Grup A di Stadion Royal Bafokeng, Rustenburg, Selasa (22/6/10). Striker Luis Suarez yang menjadi penentu “La Celeste” untuk memuncaki klasemen, sehingga mereka terhindar dari duel maut di babak 16 besar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan Komentar jika anda mengcopy file ini