BISMILLAH HIRRAHMAN NIRRAHIM
Powered By Blogger

Kamis, 24 Juni 2010

World Cup 2010, Argentina vs Yunani

Maradona: Tim Kami Bisa Bermain Apa Saja
Kamis, 24/6/2010 | 08:22 WIB
KOMPAS.com — Pelatih Argentina Diego Maradona bisa menepuk dada setelah tim polesannya lolos ke babak 16 besar dengan sempurna. Tim "Tango" melahap tiga laga di penyisihan Grup B dengan kemenangan, terakhir dengan memukul Yunani 2-0 di Stadion Peter Mokaba, Polokwane, Selasa (22/6/2010).
Dalam wawancara seusai laga, Maradona kembali menyuarakan fair play dengan mengkritik kinerja wasit. Ia juga menyerang balik media, terutama Argentina, yang selama ini mengkritik timnya dan menuntut mereka meminta maaf. Maradona menegaskan, Argentina bisa bermain dalam situasi apa saja, termasuk melawan tim yang bertahan penuh seperti Yunani.
Saat berbicara, intonasi suara Maradona kadang meninggi dan berapi-api, tetapi kemudian juga merendah diiringi senyum lebar. Ia seperti tidak mau berhenti berbicara begitu melontarkan pernyataan.
Berikut perbincangan wartawan dengan Maradona seusai pertandingan lawan Yunani di Stadion Peter Mokaba, Polokwane, yang juga diikuti Kompas:
Tanya (T): Diego, apakah kawalan ketat pada (Lionel) Messi dalam laga tadi cukup mengganggu tim Anda? Lalu, apakah gagalnya Messi mencetak gol akan berpengaruh ke depan?
Jawab (J): Kita sudah pernah bicarakan masalah itu terkait fair play. Kami sudah sampaikan dengan jelas, jika setiap kali Messi dilanggar, ditekel, dan dijatuhkan, Anda (wasit) harus memberi pemain-pemain (yang melanggar) itu kartu kuning. Jika Anda cabut kartu kuning atau kartu merah pada siapa saja yang melanggar Messi, selesai sudah persoalannya.
Maksud saya, pemain Yunani hanya menekan Messi. Jika saya tidak bereaksi, lalu apa yang seharusnya saya lakukan jika mereka terus-menerus menekel Messi? Saya kira, Messi sebenarnya bisa mencetak gol. Ketika bola mengenai tiang gawang, lalu memantul keluar lagi, mau bilang apa? Dia bisa berlari membawa bola untuk mencetak gol.
T: Anda lolos dengan sangat bagus. Anda percaya sepenuhnya pada tim dan sempat khawatir atas permainan mereka dulu. Apakah Anda merasa tim ini lebih baik dari yang Anda harapkan atau memang sesuai harapan Anda?
J: Saya kira, saat ini kami telah menunjukkan kemampuan kami sebenarnya. Banyak dari kalian (wartawan) mengangkat (berita) hal-hal yang salah. Kalian salah dan memang benar-benar salah. Sebab, kadang-kadang kalian kurang menghormati para pemain.
Dan kini saya benar-benar percaya, wartawan telah menulis hal mengada-ada atau omong kosong dan harus meminta maaf pada pemain. Maksud saya, para pemain kami 100 persen profesional dan benar-benar menampilkan permainan hebat untuk membuat rakyat dan negara Argentina gembira.
Lihat, kami tidak memberi apa-apa bagi negara. Kami hanya melaksanakan tugas. Kami mempertahankan martabat bendera Argentina. Kami lakukan itu sepenuhnya. Tidak ada hal lain kecuali itu. Para pemain selalu memperlihatkan sikap yang selalu sama.
T: Apa yang Anda rasakan setelah Anda menjadi bagian dari sejarah yang bernama Martin Palermo (pencetak gol kedua)? Ini seperti kisah film Hollywood. Apa yang Anda instruksikan kepada Palermo?
J: Saya hanya katakan (kepada Palermo) lakukan tugas kamu. Ada "Pipita" (julukan Gonzalo Higuain) di satu sisi. Kami berdiskusi dalam tim teknik, membahas siapa yang harus kami masukkan. Saya katakan, mainkan saja Martin (Palermo). Dan, (pergantian) ini berjalan sangat sempurna dan kami menang.
Masuknya (Angel) Di Maria dan (Javier) Pastore juga berjalan bagus. Saat itu, kami ingin memasukkan pemain yang bisa meningkatkan mobilitas tim dan sejak itu kami sedikit lebih bebas bermain. Kami senang melihat peluang itu, tetapi saya katakan semua pemain tampil bagus.
Pastore tampil bagus, pemain hebat, dan dia menyentuh bola seolah-olah pernah tampil di Piala Dunia empat atau lima kali. Saya katakan kepadanya, tancap terus. Kuasai bola, bersenang-senanglah, menarilah di lapangan.
T: Saya lihat, kadang-kadang ada yang kurang dalam penguasaan bola. Bola bergulir ke arah yang tidak diharapkan. Komentar Anda?
J: Lapangan dan bola bagi kedua tim adalah isu lain, tetapi kedua tim tidak punya kaki yang sama. Lapangan dan bola boleh sama, tetapi kaki pemain mereka tidaklah sama.
Kita bisa mengupas lagi cerita lama soal Pele, Platini, Beckenbauer, dan pemain lain di turnamen FIFA. Saya katakan, daripada ngomong terus soal Diego Maradona, konsentrasi sajalah pada bola. Bola yang sesungguhnya bisa membantu pemain, bola juga yang membantu pemain mengembangkan permainan.
Ya, memang saya lihat sendiri. Bola berputar-putar di sudut lapangan. Jika Anda coba tendang bola ke gawang, bola itu tiba-tiba seperti mau jatuh. Bola hanya bergulir dari kiri ke kanan, kiri ke kanan lagi. Kita belum melihat ada penampilan bagus di Piala Dunia kali ini karena tak seorang pemain pun mampu mengendalikan bola.
T: Tim Anda yang membuka gol lewat set piece. Apakah itu bagian taktik Argentina mencetak gol lewat set piece?
J: Kami tidak terlalu banyak memoles sisi kemampuan teknik pemain. Tim ini sangat solid. Mungkin karena tidak konsentrasi sehingga kami baru mendapatkan gol itu di babak kedua. Meski begitu, kami selalu bicarakan hal-hal detail.
(Nicolas) Burdisso, (Nicolas) Otamendi, dan (Martin) Demichelis , mereka sering bermain dalam situasi dua lawan satu atau tiga lawan dua. Kami seharusnya bisa mencetak gol ketiga. Kami tahu itu dan kami ciptakan situasi, tetapi kami juga sempat terancam gol. Tapi, bukan itu persoalan utamanya.
Kami punya masalah dengan set piece, dengan passing ke tengah, dan juga tendangan-tendangan jarak menengah. Kami tahu, jika kami sedikit meningkatkan tekanan kepada mereka (Yunani), mereka akan membuat kesalahan, dan itulah yang terjadi. Saya kira, kami telah menampilkan permainan hebat.
T: Rakyat Argentina kini bersukacita. Apakah antusiasme mereka terkait kemampuan menyerang tim ini? Apakah memang (permainan menyerang) itu baru disebut sepak bola Argentina?
J: Saya kira, rakyat (Argentina) benar-benar terhibur saat kami bermain menyerang, bergerak ke depan dengan cepat. Ketika mereka melihat tim ini terus-menerus bergerak, maju ke depan, umpan-umpan pendek, berpindah posisi dengan bola, saya kira rakyat akan gembira. Bisa saya katakan, rakyat bisa tenang. Sebab, tim ini bisa memperlihatkan kemampuan dalam hal apa saja. Sejauh ini, kami juga solid. Saya sangat gembira dan tenang.
T: Diego, seperti Anda katakan, jalan ke depan bakal kian mengerucut. Adakah rencana perubahan tim pada putaran melawan Meksiko?
J: Jika jalan ke depan bakal kian mengecurut, dan saya kira, hierarki (tangga juara) juga menjadi semakin jelas. Mereka bilang, Italia, Jerman, dan Brasil tampil buruk. Mungkin mereka tampil buruk di awal, tetapi bisa saja mereka terus melaju ke perempat final, semifinal, dan lalu final.
Saya kira, kami punya banyak alasan untuk tenang. Kami sambut Meksiko. Kami hormat kepada Meksiko karena meski kalah dari Uruguay, permainan mereka punya identitas. Mereka dilatih (Javier) Aguirre. Saya tahu dia dengan berbicara panjang lebar dengannya saat ia melatih Atletico Madrid. Dia pelatih hebat.
Kami akan tampil menyerang. Kami akan menyerang untuk menunjukkan kami sesungguhnya. Kami akan turunkan pemain yang benar-benar fit di babak 16 besar. Kesalahan pada masa lalu tidak perlu diungkit lagi. Kami akan bermain sebaik mungkin, seperti permainan (lawan Yunani).
Tapi, di atas semua itu, Meksiko harus hormat kepada para pemain kami. Karena, bisa saya katakan kepada rakyat Argentina, kami punya tim hebat dan berkonsentrasi. Itu bisa dilihat di lapangan.
T: Anda harus tunjukkan siapa saja yang kira-kira bakal dimainkan di 16 besar? Pemain siapa saja yang membuat Anda yakin?
J: Tidak. Semua pemain telah tampil bagus. Mereka telah memperlihatkan apa yang seharusnya mereka tunjukkan. Tetapi, saya merasa akan menurunkan pemain terbaik yang saya miliki. Sederhana saja. Kami akan berlatih lagi dan berkonsentrasi bagaimana menghadapi Meksiko. Kami punya banyak pemain yang benar-benar fit untuk laga berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan Komentar jika anda mengcopy file ini