Korsel Ukir Sejarah Wednesday, 23 June 2010
DURBAN (SI) – Pendukung Korea Selatan (Korsel) pantas semringah melihat hasil gemilang tim berjuluk Taeguk Warriors di Piala Dunia 2010. Untuk pertama kalinya, Korsel lolos ke fase knockout di luar kandang.
Korsel pernah mencapai level terbaiknya setelah menempati peringkat 4, tapi prestasi itu dibuat Taeguk Warriors, julukan Korsel, saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002 bersama Jepang. Karena itu, hasil imbang 2-2 kontra Nigeria menjadi sejarah emas sepak bola Korsel. Sebab, sejak pertama kali tampil di Swiss, Piala Dunia 1954, Korsel kerap gagal melewati babak penyisihan. Prestasi bagus itu membuat Park Ji-sung dkk memiliki motivasi ganda menjelang pertemuan mereka dengan pimpinan klasemen Grup A Uruguay.
Mereka optimistis akan mencapai level terbaiknya seperti Piala Dunia 2002. Ji-sung mengatakan hasil menggembirakan itu akan memicu semangat bertanding timnya. Apalagi, Korsel berhasil mengukir sejarah baru saat tampil di negeri orang. Modal itu membuatnya optimistis akan mencapai hasil lebih maksimal lagi.
’’Kami kini berada di babak 16 besar. Kesuksesan itu merupakan pertama kali dalam sejarah keikutsertaan Korsel di Piala Dunia. Jadi, kami bangga memberikan yang terbaik selama pertandingan di Afrika Selatan,” tutur Ji-sung, dilansir Goal.com. Meski begitu, winger Manchester United (MU) itu tak ingin timnya cepat puas. Dia khawatir sikap itu akan mengabaikan konsentrasi Korsel menjelang pertandingan knockout kontra Uruguay. Kekhawatiran Ji-sung sangat beralasan.
Sebab, Korsel belum pernah mencicipi kemenangan saat bertemu wakil Amerika Latin tersebut. Pencapaian terbaik Taeguk Warriors hanya bermain imbang 2-2 dalam pertandingan persahabatan pada 1982. Fakta itu yang mendorong Jisung mengharapkan timnya lebih meningkatkan konsentrasi. ’’Kami ingin sekali mencapai level lebih tinggi, tapi impian itu tak akan terwujud jika kami lengah di tengah jalan. Kami harus cepat berbenah untuk mendapatkan hasil sesuai harapan,” tandasnya.
Pelatih Korsel Huh Jung-moo sudah mempertimbangkan hal tersebut. Dia sadar timnya tengah diliputi euforia. Namun, dia tak ingin sikap itu akan berlebihan menghadapi pertandingan berikutnya. Dia sadar timnya membutuhkan kerja keras jika ingin menyamai bahkan melampaui pencapaian Taeguk Warriors delapan tahun silam. ’’Mungkin akan sulit bagi kami mewujudkan prestasi itu, tapi melihat kualitas yang ditunjukkan anak-anak.
Saya optimistis tim ini akan berhasil melaluinya,” tutur Jung-moo. Kendati demikian, dia meminta kesadaran seluruh pemainnya. Dia ingin Ji-sung dkk mulai kembali memusatkan perhatian menjelang pertandingan berikut. Sebab, masih ada harapan untuk Korsel mencapai hasil maksimal di Afsel.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berikan Komentar jika anda mengcopy file ini