BISMILLAH HIRRAHMAN NIRRAHIM
Powered By Blogger

Jumat, 25 Juni 2010

Piala Dunia, Italia tersingkir

Sejarah buruk Italia

JOHANNESBURG - Pelatih Italia Marcello Lippi menegaskan bertanggung jawab penuh atas hasil buruk yang dialami skuadnya di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Kekalahan dramatis Italia dari Slovakia 2-3 pada laga terakhir penyisihan Grup F, di Stadion Ellis Park, Johannesburg, Kamis (24/6) malam, mengantarkan tim dengan titel juara bertahan ini tersingkir lebih awal menyusul Prancis. Robert Vittek memborong dua gol untuk Slovakia pada menit 25 dan 73. Kemudian Kamil Kopunek menutup kemenangan pada menit 89. Sedangkan Italia memperkecil melalui Antonio DI Natale (81) dan Fabio Quagliarell (90").
"Saya akan mengambil tanggung jawab ini. Bukan yang lain. Karena jika sebuah tim datang di turnamen sepenting ini dengan banyak teror di kaki, kepala, dan hati mereka serta tidak mampu tampil baik. Ada masalah taktik dan mental juga, namun dari semua ini aku merasa aspek psikologis paling berpengaruh. Aku merasa tim ini bisa meraih sesuatu dan walaupun aku tidak mempersiapkan mereka secara baik, aku mengharapkan lebih namun performa di babak pertama mengatakan semuanya,"kata Marcello Lippi, Jumat (25/6) pada goal.com.
Kegagalan Italia lolos ke fase penyisihan grup ini yang pertama kali sejak 1974 lalu. Tapi kegagalan ini yang terburuk dalam 54 tahun terakhir. Digelaran Piala Dunia 1966, Italia juga kalah dari Korea Utara, namun tim Azzurri masih bisa mencetak satu kemenangan dari tiga partai. Sedangkan di Piala Dunia 1974, Italia juga bisa menunjukkan satu kemenangan dari tiga partai. Dari trek record terdahulu, pencapaian tahun ini merupakan yang terburuk dan cukup memalukkan untuk skuad sekelas Italia.
Di fase penyisihan grup, Italia dua kali seri dengan susah payah dan harus kandas dari Slovakia. "Saya sangat kecewa mengakhiri pengalaman kedua saya menangi Italia dengan cara seperti ini. Saya sama sekali tidak memperkirakannya. Saya pribadi tidak berpikir bisa menang Piala Dunia untuk kedua kalinya. Tapi juga tidak berpikir akan gagal di penyisihan grup,"tambah pelatih yang sukses membawa Italia juara dunia 2006.
Sementara itu Andea Pirlo mengaku kecewa dengan pencapaian buruk Italia. Pemain yang diturunkan pada pertengahan babak kedua ini menyebut kegagalannya sebagai akhir sebuah era. "Kami pastinya malu dengan diri kami sendiri.
Kami sama sekali tak bisa menang dan kesalahan ini harus menjadi dibagi bersama semua orang. Kami adalah tim dan tanggung jawab harus dibagi kepada semua orang. Apakah ini menjadi akhir sebuah era? Ya saya rasa demikian. Tapi, jika memang dibutuhkan, saya akan siap untuk kembali masuk timnas di masa mendatang,"kata gelandang yang merumput bersama AC Milan ini.
Redam
Sebaliknya pelatih Slovakia Vladimir Weiss sangat gembira dengan kemenagan timnya yang meredam ambisi juara bertahan Italia. Dia meminta pendukung di negaranya untuk menikmati kemenang - an yang cukup bersejarah ini.
"Saya merasa sangat bangga terhadap tim dan semua pemain yang sudah tampil. Kemenangan ini sangat penting buatku sebagai pelatih, pemain dan juga negara kami secara keseluruhan. Terus terang saya tidak menyangka kami luar biasa dan telah kami tunjukkan,"kata Weiss usai laga.
Sedangkan pencetak dua gol Slovakia Robert Vittek menegaskan kalau kemenangan ini merupakan kontribusinya semata. Dengan rendah hati, pemain yang dinobatkan sebagai Man of The Match mengatakan kemenangan ini merupakan hasil semua tim.
"Ini bukan tentang saya seorang. Tapi kemenangan ini adalah hal penting buat kami sebagai tim. Memang bisa terpilih sebagai pemain terbaik sungguh besar, tetapi tropi ini saya berikan untuk semuanya,"kata Vittek.
Kemenangan ini menjadi sejarah bagi Slovakia yang melangkah ke babak kedua pertama kalinya dalam dua kali keikut sertaan di hajatan sepakbola empat tahunan ini. Dengan finis runner up grup F, Slovakia mengemas empat poin dan melenggang ke babak perdelapan final. Lawan berikutnya bagi Slovakia melawan juara grup E, Belanda yang menang atas Kamerun 2-1 pada Jumat (25/6) dini hari tadi.

Kamis, 24 Juni 2010

World Cup 2010, Ghana,Wakil Afrika yang Lolos Ke 16 Besar

Pertandingan klasik akan tersaji mulai babak 16 besar Piala Dunia 2010 kala Jerman bertemu dengan Inggris. Keduanya bertemu karena Jerman keluar sebagai juara Grup D sedangkan Inggris keluar sebagai runner up Grup C. Jerman meraup poin 6 dan memimpin klasemen Grup D berkat kemenangan dalam pertandingan ketiganya 1-0 atas wakil Afrika, Ghana. Gol tunggal Jerman dicetak Mesut Ozil di menit 60. Mesut Ozilpun tercatat sebagai striker pertama Jerman yang berhasil mencetak gol dari luar kotak penalti. Walaupun kalah, Ghana tetap maju ke babak 16 besar karena di tempat lain di waktu yag bersamaan, Serbia kalah dari Australia 1-2. Ghana akan menghadapi Amerika Serikat yang keluar sebagai juara Grup C.

World Cup 2010, Jerman lolos Ke 16 besar

CyberNews. Jerman dan Ghana berhasil melaju ke babak kedua Piala Dunia, sedangkan Australia dan Serbia terpaksa harus angkat kaki dari Piala Dunia 2010. Jerman menang tipis 1-0 atas Ghana pada pertandingan yang berlangsung di Soccer City Stadium, Johannesburg, Kamis dinihari tadi. Jerman yang menjadi pemenang Grup D, selanjutnya akan menghadapi Inggris pada babak 16 besar, Minggu (27/6) malam.
Sedangkan Ghana, menjadi satu-satunya tim wakil Afrika yang lolos ke 16 besar sampai sejauh ini. Selanjutnya Ghana akan menghadapi Amerika Serikat, Minggu (27/6) dinihari di Royal Bafokeng Stadium, Rustenberg.
Nasib buruk dialami oleh Australia, walaupun menang dari Serbia 2-1, kedua tim harus tereliminasi dari Grup D.
Review
Gol tunggal yang membawa Jerman menjadi juara Grup D, diciptakan oleh Mezut Ozil pada menit ke-60 meneruskan umpan dari Thomas Muller.
Sedangkan dua gol kemenangan Australia tercipta masing-masing dari Tim Cahill (menit ke-69) dan Brett Holman (menit ke-73). Sedangkan gol balasan Serbia terjadi pada menit ke-84 oleh Marko Pantelic yang berhasil menguasai bola setelah tendangan jarak jauh rekan setimnya, Zoran Tosic berhasil dihalau oleh penjaga gawang Australia.

World Cup 2010, Supporter Inggris


Supporter Inggris Lega atas lolosnya The Tree Lions meski berstatus sebagai runner up. Di babak 16 besar mereka akan di tantang raksasa jerman.

World Cup 2010,Meksiko Runner Up

Uruguay juara grup, Meksiko tantang Argentina


Suarez pastikan Uruguay jadi juara grup (Reuters)
Uruguay memastikan diri sebagai juara grup setelah menang 1-0 atas Meksiko, pada laga pamungkas penyisihan Grup A di Stadion Royal Bafokeng, Rustenburg, Selasa (22/6/10). Striker Luis Suarez yang menjadi penentu “La Celeste” untuk memuncaki klasemen, sehingga mereka terhindar dari duel maut di babak 16 besar.
Dengan menjadi juara grup, maka Uruguay akan menghadapi runner-up Grup B pada babak perdelapan final. Tim “Biru Langit” ini terhindar dari tim tangguh yang juga favorit juara, Argentina, dalam pertarungan memperebutkan tiket perempat final.
Sementara itu, Meksiko, meskipun kalah tetap berhak melangkah ke fase knock out. Tiket ini diraih karena pada pertandingan lain di Stadion Free State, Afrika Selatan hanya menang 2-1 atas Prancis. Afsel juga berpeluang lolos, namun peluang terlalu berat karena mereka butuh gol dengan selisih minimal lima untuk lolos.
Hasil terakhir ini membuat Uruguay tetap di puncak klasemen dengan 7 poin, diikuti Meksiko dan Afsel di tempat kedua dan ketiga dengan empat poin. Keduanya dipisahkan oleh selisih gol. Prancis di tempat terakhir dengan satu poin.

World Cup 2010, Uruguay kokoh di puncak

Pesta Besar Tabarez
Rabu, 23 Juni 2010 | 10:52 WIB

RUSTENBURG – Turut meramaikan persaingan di piala dunia tidak sekadar urusan menang dan kalah. Bagi Oscar Tabarez, turnamen bola paling akbar dan bergengsi ini diibarat sebuah pesta yang digelar usai meraih sukses besar.
Pelatih Uruguay ini mengakui senang bisa berada di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan usai melewati serangkaian pertandingan kualifikasi. Hal itu diungkapkan Tabarez setelah Le Celeste mengalahkan Meksiko 1-0, Selasa (22/6).
Di kualifikasi Piala Dunia 2010, Uruguay masuk zona CONMEBOL yang melibatkan sepuluh negara di zona Amerika Latin ini. Selama kualifikasi yang berjalan dua tahun, masing-masing tim dihadapkan pada 18 pertandingan. Sebuah tugas yang sangat berat mengingat kualifikasi di zona Eropa hanya makan waktu satu tahun.
“Di piala dunia, ada motivasi berbeda. Perhelatan ini ibarat pesta besar setelah kami bekerja keras selama kualifikasi,” kata Tabarez yang membawa Uruguay lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup A.
Brasil memimpin klasemen akhir kualifikasi zona Amerika Latin di atas Chile. Paraguay menempel di tempat ketiga, diikuti Argentina yang sempat diragukan bisa lolos. Uruguay mengamankan posisi kelima sekaligus tiket terakhir dari zona ini dengan memenangi laga playoff melawan Kosta Rika. “Saya yakin kelima tim yang lolos merasa lega karena kualifikasi berjalan panjang dan kami harus berjuang keras,” kata Tabarez.
Tabarez sendiri tidak terkejut jika kelima tim dari Amerika Latin tampil bagus di Afrika Selatan. Pasalnya, tim-tim dari zona ini punya karakter permainan menyerang. Gawang Uruguay sendiri tidak pernah kebobolan saat menghadapi Prancis, tuan rumah Afrika Selatan dan Meksiko di putaran grup.
Dari kelima tim Amerika Latin yang berlaga di Piala Dunia 2010, tiga tim yakni Brasil, Uruguay dan Argentina sudah memastikan diri lolos. Paraguay dan Chile juga punya kans menyusul ketiga tim ke putaran berikutnya. Paraguay untuk sementara memimpin klasemen Grup F. Sementara Chile berpeluang lolos sebagai juara Grup H.
“Kualitas sepakbola Paraguay dan Chile terus berkembang. Bahkan di benak Chile yang ada hanya permainan menyerang dalam sepakbola, selain modernisasi negara,” kata Tabarez.
Penampilan Diego Forlan dkk sejauh turnamen ini berlangsung memang begitu impresif,--berbeda saat kualifikasi yang harus melakoni play of. Kali ini Uruguay memastikan diri sebagai juara grup setelah menang 1-0 atas Meksiko, pada laga pamungkas penyisihan Grup A di Stadion Royal Bafokeng, Rustenburg, Selasa (22/6/10). Striker Luis Suarez yang menjadi penentu “La Celeste” untuk memuncaki klasemen, sehingga mereka terhindar dari duel maut di babak 16 besar.

World Cup 2010, France vs Afsel

Perancis Tersingkir Setelah kalah 1-2 dari tuan rumah Afsel
Florent Malouda in South Africa (France)
Winger Prancis Florent Malouda sadar betul kampanya timnya di Piala Dunia 2010 bak 'bancana besar' yang menghancur leburkan reputasi tim Ayam Jantan itu sendiri.

Menurut Malouda, tidaklah mudah kembali mendongkrak nama besar Prancis yang sudah dibentuk bertahun-tahun dengan hasil yang super mengecewakan sepeti yang dituai saat ini.

Betapa tidak, Prancis mengakhiri babak penyisihan grup dengan hanya mengemas satu gol serta bertengger di dasar klasemen Grup A setelah di laga pamungkas, tim besutan Raymond Domenech ini harus puas mengakui kehebatan Afrika Selatan yang mengempaskannya 2-1.

"Cara orang memandang kami sekarang seperti melihat bencana dan kami sebagai pemain adalah orang yang paling bertanggung jawab atas hasil ini," cetus Malouda dilansir The Sun.

"Kami gagal dari sudut pandang olahraga dan juga dari luar sisi olahraga terutama image yang sudah kami tunjukkan."

"Saya sungguh hilang akal, jadi kami haruslah bekerja keras untuk kembali membangun citra timnas Prancis di mata dunia."

Malouda menambahkan, 'bencana' bagi Prancis semakin sempurna kala rekannya, Nicolas Anelka didepak dari skuad.

"Yah, lengkap sudah, ini adalah bencana yang komplit. Kami tak tahu apakah ini akan berdampak bagi banyak orang," tutupnya.


Mampukah Prancis membangun kembali citra mereka sebagai tim yang disegani di mata dunia? Sampaikan pendapat Anda pada kami...

World Cup 2010, Korsel Runner Up Group B

Korsel Ukir Sejarah


Wednesday, 23 June 2010
DURBAN (SI) – Pendukung Korea Selatan (Korsel) pantas semringah melihat hasil gemilang tim berjuluk Taeguk Warriors di Piala Dunia 2010. Untuk pertama kalinya, Korsel lolos ke fase knockout di luar kandang.
Korsel pernah mencapai level terbaiknya setelah menempati peringkat 4, tapi prestasi itu dibuat Taeguk Warriors, julukan Korsel, saat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002 bersama Jepang. Karena itu, hasil imbang 2-2 kontra Nigeria menjadi sejarah emas sepak bola Korsel. Sebab, sejak pertama kali tampil di Swiss, Piala Dunia 1954, Korsel kerap gagal melewati babak penyisihan. Prestasi bagus itu membuat Park Ji-sung dkk memiliki motivasi ganda menjelang pertemuan mereka dengan pimpinan klasemen Grup A Uruguay.

Mereka optimistis akan mencapai level terbaiknya seperti Piala Dunia 2002. Ji-sung mengatakan hasil menggembirakan itu akan memicu semangat bertanding timnya. Apalagi, Korsel berhasil mengukir sejarah baru saat tampil di negeri orang. Modal itu membuatnya optimistis akan mencapai hasil lebih maksimal lagi.

’’Kami kini berada di babak 16 besar. Kesuksesan itu merupakan pertama kali dalam sejarah keikutsertaan Korsel di Piala Dunia. Jadi, kami bangga memberikan yang terbaik selama pertandingan di Afrika Selatan,” tutur Ji-sung, dilansir Goal.com. Meski begitu, winger Manchester United (MU) itu tak ingin timnya cepat puas. Dia khawatir sikap itu akan mengabaikan konsentrasi Korsel menjelang pertandingan knockout kontra Uruguay. Kekhawatiran Ji-sung sangat beralasan.

Sebab, Korsel belum pernah mencicipi kemenangan saat bertemu wakil Amerika Latin tersebut. Pencapaian terbaik Taeguk Warriors hanya bermain imbang 2-2 dalam pertandingan persahabatan pada 1982. Fakta itu yang mendorong Jisung mengharapkan timnya lebih meningkatkan konsentrasi. ’’Kami ingin sekali mencapai level lebih tinggi, tapi impian itu tak akan terwujud jika kami lengah di tengah jalan. Kami harus cepat berbenah untuk mendapatkan hasil sesuai harapan,” tandasnya.

Pelatih Korsel Huh Jung-moo sudah mempertimbangkan hal tersebut. Dia sadar timnya tengah diliputi euforia. Namun, dia tak ingin sikap itu akan berlebihan menghadapi pertandingan berikutnya. Dia sadar timnya membutuhkan kerja keras jika ingin menyamai bahkan melampaui pencapaian Taeguk Warriors delapan tahun silam. ’’Mungkin akan sulit bagi kami mewujudkan prestasi itu, tapi melihat kualitas yang ditunjukkan anak-anak.

Saya optimistis tim ini akan berhasil melaluinya,” tutur Jung-moo. Kendati demikian, dia meminta kesadaran seluruh pemainnya. Dia ingin Ji-sung dkk mulai kembali memusatkan perhatian menjelang pertandingan berikut. Sebab, masih ada harapan untuk Korsel mencapai hasil maksimal di Afsel.

World Cup 2010, Argentina vs Yunani

Maradona: Tim Kami Bisa Bermain Apa Saja
Kamis, 24/6/2010 | 08:22 WIB
KOMPAS.com — Pelatih Argentina Diego Maradona bisa menepuk dada setelah tim polesannya lolos ke babak 16 besar dengan sempurna. Tim "Tango" melahap tiga laga di penyisihan Grup B dengan kemenangan, terakhir dengan memukul Yunani 2-0 di Stadion Peter Mokaba, Polokwane, Selasa (22/6/2010).
Dalam wawancara seusai laga, Maradona kembali menyuarakan fair play dengan mengkritik kinerja wasit. Ia juga menyerang balik media, terutama Argentina, yang selama ini mengkritik timnya dan menuntut mereka meminta maaf. Maradona menegaskan, Argentina bisa bermain dalam situasi apa saja, termasuk melawan tim yang bertahan penuh seperti Yunani.
Saat berbicara, intonasi suara Maradona kadang meninggi dan berapi-api, tetapi kemudian juga merendah diiringi senyum lebar. Ia seperti tidak mau berhenti berbicara begitu melontarkan pernyataan.
Berikut perbincangan wartawan dengan Maradona seusai pertandingan lawan Yunani di Stadion Peter Mokaba, Polokwane, yang juga diikuti Kompas:
Tanya (T): Diego, apakah kawalan ketat pada (Lionel) Messi dalam laga tadi cukup mengganggu tim Anda? Lalu, apakah gagalnya Messi mencetak gol akan berpengaruh ke depan?
Jawab (J): Kita sudah pernah bicarakan masalah itu terkait fair play. Kami sudah sampaikan dengan jelas, jika setiap kali Messi dilanggar, ditekel, dan dijatuhkan, Anda (wasit) harus memberi pemain-pemain (yang melanggar) itu kartu kuning. Jika Anda cabut kartu kuning atau kartu merah pada siapa saja yang melanggar Messi, selesai sudah persoalannya.
Maksud saya, pemain Yunani hanya menekan Messi. Jika saya tidak bereaksi, lalu apa yang seharusnya saya lakukan jika mereka terus-menerus menekel Messi? Saya kira, Messi sebenarnya bisa mencetak gol. Ketika bola mengenai tiang gawang, lalu memantul keluar lagi, mau bilang apa? Dia bisa berlari membawa bola untuk mencetak gol.
T: Anda lolos dengan sangat bagus. Anda percaya sepenuhnya pada tim dan sempat khawatir atas permainan mereka dulu. Apakah Anda merasa tim ini lebih baik dari yang Anda harapkan atau memang sesuai harapan Anda?
J: Saya kira, saat ini kami telah menunjukkan kemampuan kami sebenarnya. Banyak dari kalian (wartawan) mengangkat (berita) hal-hal yang salah. Kalian salah dan memang benar-benar salah. Sebab, kadang-kadang kalian kurang menghormati para pemain.
Dan kini saya benar-benar percaya, wartawan telah menulis hal mengada-ada atau omong kosong dan harus meminta maaf pada pemain. Maksud saya, para pemain kami 100 persen profesional dan benar-benar menampilkan permainan hebat untuk membuat rakyat dan negara Argentina gembira.
Lihat, kami tidak memberi apa-apa bagi negara. Kami hanya melaksanakan tugas. Kami mempertahankan martabat bendera Argentina. Kami lakukan itu sepenuhnya. Tidak ada hal lain kecuali itu. Para pemain selalu memperlihatkan sikap yang selalu sama.
T: Apa yang Anda rasakan setelah Anda menjadi bagian dari sejarah yang bernama Martin Palermo (pencetak gol kedua)? Ini seperti kisah film Hollywood. Apa yang Anda instruksikan kepada Palermo?
J: Saya hanya katakan (kepada Palermo) lakukan tugas kamu. Ada "Pipita" (julukan Gonzalo Higuain) di satu sisi. Kami berdiskusi dalam tim teknik, membahas siapa yang harus kami masukkan. Saya katakan, mainkan saja Martin (Palermo). Dan, (pergantian) ini berjalan sangat sempurna dan kami menang.
Masuknya (Angel) Di Maria dan (Javier) Pastore juga berjalan bagus. Saat itu, kami ingin memasukkan pemain yang bisa meningkatkan mobilitas tim dan sejak itu kami sedikit lebih bebas bermain. Kami senang melihat peluang itu, tetapi saya katakan semua pemain tampil bagus.
Pastore tampil bagus, pemain hebat, dan dia menyentuh bola seolah-olah pernah tampil di Piala Dunia empat atau lima kali. Saya katakan kepadanya, tancap terus. Kuasai bola, bersenang-senanglah, menarilah di lapangan.
T: Saya lihat, kadang-kadang ada yang kurang dalam penguasaan bola. Bola bergulir ke arah yang tidak diharapkan. Komentar Anda?
J: Lapangan dan bola bagi kedua tim adalah isu lain, tetapi kedua tim tidak punya kaki yang sama. Lapangan dan bola boleh sama, tetapi kaki pemain mereka tidaklah sama.
Kita bisa mengupas lagi cerita lama soal Pele, Platini, Beckenbauer, dan pemain lain di turnamen FIFA. Saya katakan, daripada ngomong terus soal Diego Maradona, konsentrasi sajalah pada bola. Bola yang sesungguhnya bisa membantu pemain, bola juga yang membantu pemain mengembangkan permainan.
Ya, memang saya lihat sendiri. Bola berputar-putar di sudut lapangan. Jika Anda coba tendang bola ke gawang, bola itu tiba-tiba seperti mau jatuh. Bola hanya bergulir dari kiri ke kanan, kiri ke kanan lagi. Kita belum melihat ada penampilan bagus di Piala Dunia kali ini karena tak seorang pemain pun mampu mengendalikan bola.
T: Tim Anda yang membuka gol lewat set piece. Apakah itu bagian taktik Argentina mencetak gol lewat set piece?
J: Kami tidak terlalu banyak memoles sisi kemampuan teknik pemain. Tim ini sangat solid. Mungkin karena tidak konsentrasi sehingga kami baru mendapatkan gol itu di babak kedua. Meski begitu, kami selalu bicarakan hal-hal detail.
(Nicolas) Burdisso, (Nicolas) Otamendi, dan (Martin) Demichelis , mereka sering bermain dalam situasi dua lawan satu atau tiga lawan dua. Kami seharusnya bisa mencetak gol ketiga. Kami tahu itu dan kami ciptakan situasi, tetapi kami juga sempat terancam gol. Tapi, bukan itu persoalan utamanya.
Kami punya masalah dengan set piece, dengan passing ke tengah, dan juga tendangan-tendangan jarak menengah. Kami tahu, jika kami sedikit meningkatkan tekanan kepada mereka (Yunani), mereka akan membuat kesalahan, dan itulah yang terjadi. Saya kira, kami telah menampilkan permainan hebat.
T: Rakyat Argentina kini bersukacita. Apakah antusiasme mereka terkait kemampuan menyerang tim ini? Apakah memang (permainan menyerang) itu baru disebut sepak bola Argentina?
J: Saya kira, rakyat (Argentina) benar-benar terhibur saat kami bermain menyerang, bergerak ke depan dengan cepat. Ketika mereka melihat tim ini terus-menerus bergerak, maju ke depan, umpan-umpan pendek, berpindah posisi dengan bola, saya kira rakyat akan gembira. Bisa saya katakan, rakyat bisa tenang. Sebab, tim ini bisa memperlihatkan kemampuan dalam hal apa saja. Sejauh ini, kami juga solid. Saya sangat gembira dan tenang.
T: Diego, seperti Anda katakan, jalan ke depan bakal kian mengerucut. Adakah rencana perubahan tim pada putaran melawan Meksiko?
J: Jika jalan ke depan bakal kian mengecurut, dan saya kira, hierarki (tangga juara) juga menjadi semakin jelas. Mereka bilang, Italia, Jerman, dan Brasil tampil buruk. Mungkin mereka tampil buruk di awal, tetapi bisa saja mereka terus melaju ke perempat final, semifinal, dan lalu final.
Saya kira, kami punya banyak alasan untuk tenang. Kami sambut Meksiko. Kami hormat kepada Meksiko karena meski kalah dari Uruguay, permainan mereka punya identitas. Mereka dilatih (Javier) Aguirre. Saya tahu dia dengan berbicara panjang lebar dengannya saat ia melatih Atletico Madrid. Dia pelatih hebat.
Kami akan tampil menyerang. Kami akan menyerang untuk menunjukkan kami sesungguhnya. Kami akan turunkan pemain yang benar-benar fit di babak 16 besar. Kesalahan pada masa lalu tidak perlu diungkit lagi. Kami akan bermain sebaik mungkin, seperti permainan (lawan Yunani).
Tapi, di atas semua itu, Meksiko harus hormat kepada para pemain kami. Karena, bisa saya katakan kepada rakyat Argentina, kami punya tim hebat dan berkonsentrasi. Itu bisa dilihat di lapangan.
T: Anda harus tunjukkan siapa saja yang kira-kira bakal dimainkan di 16 besar? Pemain siapa saja yang membuat Anda yakin?
J: Tidak. Semua pemain telah tampil bagus. Mereka telah memperlihatkan apa yang seharusnya mereka tunjukkan. Tetapi, saya merasa akan menurunkan pemain terbaik yang saya miliki. Sederhana saja. Kami akan berlatih lagi dan berkonsentrasi bagaimana menghadapi Meksiko. Kami punya banyak pemain yang benar-benar fit untuk laga berikutnya.

World Cup 2010, England Runner Up Group C

PORT ELIZABETH--MI: Sukses meloloskan Inggris ke babak 16 besar, Jermain Defoe langsung sesumbar siap mengantar pulang Jerman di babak kedua nanti.

Inggris akhirnya bisa memperpanjang nafas mereka di Piala Dunia Afrika Selatan setelah di laga terakhir Grup C, Kamis (24/6) dini hari WIB berhasil menekuk Slovania dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal St George Cross dihasilkan penyerang mereka Jermain Defoe menit ke-23. Kemenangan ini membuat skuat Fabio Capello tersebut mengoleksi lima poin hasil dari satu kali menang dan dua kali imbang.

Namun meski mampu lolos ke babak 16 besar, Inggris harus puas finis sebagai runner up di bawah Amerika Serikat. Karena meski mengoleksi nilai sama, Inggris karena kalah dalam selisih gol dengan skuat Bob Bradley tersebut. Dan dengan finis sebagai runner up, The Three Lions harus berhadapan dengan Jerman di babak 16 besar yang keluar sebagai juara Grup D.

Meski langsung menghadapi salah satu raksasa Eropa, Inggris nampaknya tidak gentar. Defoe yang menjadi pahlawan kemenangan pun sesumbar bisa menyingkirkan musuh bebuyutan Inggris tersebut dari Afsel.

"Bawa kemari Jerman," kata Defoe singkat saat mengetahui timnya akan bertemu skuat Joachim Loew tersebut di babak 16 besar. Menurut Defoe, meski akan sulit ia beserta rekan-rekannya telah menemukan kembali semangat serta keyakinan dalam bertanding yang sempat hilang di dua laga awal mereka.

"Keyakinan selalu ada, walaupun anda tahu di babak ini akan selalu sulit," kata penyerang Tottenham Hotspurs tersebut.

"Jadi, sangat penting bagi kami untuk tetap menjaga semangat, yang telah kami lakukan dan tunjukkan sampai hari ini," tukasnya.

Mengenai pujian yang datang kepadanya setelah mempersembahkan satu-satunya gol kemenangan buat Inggris, Defoe mengaku tetap belum puas. Menurutnya, seharusnya ia bisa berbuat lebih untuk Inggris di laga tersebut.

"Saya agak kecewa dengan penampilan saya karena seharusnya saya bisa melakukan yang lebih baik lagi," katanya. "Tapi meski begitu, karena kami berhasil menang saya juga ikut senang," pungkasnya.

World Cup 2010, AS vs Aljazair

Pretoria – Perjuangan Amerika Serikat untuk lolos ke 16 besar patut diacungi jempol. London Donovan aktor utama karena golnya di menit akhir memastikan mereka jadi juara Grup C.
Dengan demikian AS mengumpulkan lima angka, sama dengan Inggris yang di saat bersamaan sanggup menumbangkan Slovenia. Namun mereka lebih prodiktif sehingga unggul selisih gol atas Inggris.
Persaingan ketat yang terjadi di Grup ini AS mau tak mau tampil menyerang. Sejak pluit kick off berbunyi London Donovan cs tak mau kompromi, namun kiper Aljazair Rais M´Bohli tampil cukup gemilang dengan menggagalkan sejumlah peluang Clint Dempsey dan Herculez Gomez.
Namun Aljazair juga sempat merepotkan lewat serangan balik. Pemain depan Karim Matmour hampir membawa petaka bagi AS. Hingga wasit Frank De Bleeckere meniup pluit jeda skor tanpa gol tetap bertahan.
Publik AS hampir bersorak kegirangan di awal babak kedua saat Dempsey punya dua peluang bagus berturut-turut, namun yang pertama hanya membentur mistar sedang yang kedua hanya melebar padahal gawang sudah tak dijaga.
Giliran Jozy Altidore, tandukannya tepat ke sasaran namun lagi-lagi M´Bohli menggagalkannya. Tak cukup, tendangan keras Bradley dari bola mati juga ditinjunya.
Tapi Donovan membuktikan bahwa dirinya memang pantas jadi pahlawan. Memanfaatkan bola muntah, pemain yang sempat dipinjamkan ke Everton ini akhirnya merobek jala M´Bohli yang sedari tadi seakan mustahil kebobolan.

Kamis, 17 Juni 2010

Argentina 4 vs 1 South Korea

"Hattrick" Higuain Loloskan Argentina
Striker Argentina Gonzalo Higuain merayakan golnya ke gawang Korea Selatan dalam duel penyisihan Grup B Piala Dunia 2010 di Stadion Soccer City, Johannesburg, Kamis (17/6/2010).

Kamis, 17/6/2010 | 20:18 WIB
JOHANNESBURG - Gagal mencetak gol di laga pertama, striker Argentina Gonzalo Higuain langsung panas di laga kedua. Melawan Korea Selatan, pemain Real Madrid itu mencetak tiga gol dan membuat timnya menang 4-1. Dengan dua kemenangan, Argentina menjadi tim pertama yang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2010.

Penampilan gemilang Higuain itu tak lepas dari kerja sama apik lini depan "Albiceleste". Bermain tenang, tim asuhan Diego Maradona tersebut mampu mengatasi perlawanan alot Korsel.

Pemain Korsel yang kalah dalam kemampuan teknik dibanding Argentina butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri dengan permainan lawan di Stadion Soccer City, Johannesburg, Kamis (17/6/2010). Kali ini "Taeguk Warriors" tak sengotot pertandingan pertama lawan Yunani.

Argentina pun berhasil menguasai permainan sejak menit awal. Lionel Messi yang digadang-gadang bakal jadi bintang lapangan justru memberikan kesempatan kepada pemain lain untuk maju lebih dalam, termasuk Angel Di Maria.

Pergerakan Di Maria ini sangat berbahaya di sayap kanan pertahanan Korsel. Di menit ke-17, Di Maria memenangkan sebuah tendangan bebas. Lionel Messi mengeksekusi bola mati dan kaki Park Chu-Young tak sengaja membelokkan bola ke gawangnya sendiri. Gol, 1-0 untuk Argentina.

"Albicelete" menggandakan skor lagi pada menit ke-33. Berawal dari sepak pojok, Maxi Rodriguez menerima bola dari Lionel Messi di sayap kiri. Maxi mengirimkan umpan ke kanan dan ditanduk Nicolas Burdisso ke arah Gonzalo Higuain, yang menanduk bola ke dalam jaring.

Enam menit berikutnya, Di Maria hampir menambah gol. Apes, tendangan voli kaki kirinya ditepis kiper Jung Sung-Ryong. Semenit jelang jeda, Messi menunjukkan kelasnya. Melewati tiga pemain, ia menyontek bola ke kanan. Sung-Ryong gagal menghalau, tapi bola tak mengenai sasaran.

Lee Chung-Yong justru mengejutkan Argentina sebelum wasit meniup peluit tanda istirahat. Martin Demichelis gagal menguasai bola mental dari Chu-Young. Bola direbut Lee Chung-Yong, yang kemudian kiper Sergio Romero. Gol, skor 2-1 bertahan sampai turun minum.

Di babak kedua, Argentina kembali memegang kendali permainan. Enam menit berlalu, Higuain kembali mengancam gawang Sung-Ryong. Apes, tendangan jarak dekatnya ditepis oleh sang kiper. Dua menit berselang, giliran tendangan geledek Tevez dihalau kiper Seongnam Chunma itu.

Korsel juga membuat kejutan di menit ke-58. Lewat serangan balik, Yeom Ki-Hun mampu menusuk di sayap kiri pertahanan Argentina. Sayang, tendangan kaki kiri Ki-Hun melenceng tipis di kiri gawang.

Namun, "Negeri Ginseng" tak berkutik ketika Messi memperlihatkan kemampuannya menggocek bola pada menit ke-76. Setelah dua tendangannya membentur kiper dan tiang, Higuain menyambut bola liar di depan gawang. Dengan tendangan pelan, Higuain memasukkan bola ke gawang kosong.

Hanya berselang empat menit, Higuain mencetak gol ketiganya malam itu. Memanfaatkan umpan lambung Sergio Aguero, ia kembali menyundul bola dan mengarahkannya ke tiang jauh.

Susunan pemain:
Argentina: Sergio Romero; Jonas Gutierrez, Martin Demichelis, Walter Samuel (Nicolas Burdisso 23), Gabriel Heinze; Maxi Rodriguez, Javier Mascherano, Angel Di Maria; Lionel Messi, Gonzalo Higuain, Carlos Tevez (Sergio Aguero 75).

Korsel: Jung Sung-Ryong; Oh Beom-Seok, Cho Yong-Hyung, Lee Jung-Soo, Lee Young-Pyo; Lee Chung-Yong, Ki Sung-Yueng (Kim Nam-Il 46), Kim Jung-Woo, Yeom Ki-Hun, Park Ji-Sung; Park Chu-Young (Lee Dong-Gook 81).

Cristiano Ronaldo CR7 CR9


Ronaldo tampak seperti orang yang sedang sakit saat pertandingan Portugal melawan Pantai Gading. Tak ada semangat,tak ada keinginan untuk menang. Aku rindu,Ronaldo di euro Portugal.Aku melihat semangatnya,berusaha membuktikan bahwa dirinya pantas berada di skuad Timnas Portugal.Aku ikut menangis saat dia menangisi kekalahan Portugal Di partai final melawan Yunani.Ronaldo,jayalah di World Cup South Africa 2010.Bravo Portugal.

45' Argentina vs South Korea

Babak I Argentina Vs Korsel, Tango Ajari Ksatria Ginseng Main Bola
Kamis, 17 Juni 2010, 19:17:27 WIB

Korea Selatan (Korsel) seperti diajari bermain bola. Ini karena dari awal babak pertama, Argentina selalu menguasai jalannya pertandingan. Korsel yang tampil beringas sewaktu melawan Yunani dibuat mati kutu.

Menit kedua Lionel Messi (Argentina) melakukan tendangan penjuru. Pertahanan Korsel cukup tangguh sehingga masih mampu mengantisipasi ancaman dari Argentina di awal pertandingan babak pertama ini.

Menit ketujuh tendangan Higuain (Argentina) dari sisi kiri pertahanan Korsel masih melambung di atas mistar gawang.

Kartu Kuning diberikan wasit Frank de Bleeckere kepada Ki-Hun Yeom pada menit 10.

Korsel gantian menyerang. Menit 13 Park Ji-Sung melakukan tendangan ke arah gawang, namun masih belum menemui sasaran.

Argentina mengancam pada menit 15. Tendangan bebas Messi sempat mengenai kaki kanan Park Chu-Young dan bola justru masuk ke dalam gawangnya sendiri. Argentina 1-0 Korsel.

Menit 22 Pergantian dilakukan Argentina. Walter Samuel tampak mengalami cedera hamstring, dan digantikan Nicolas Burdisso.

Argentina menggandakan skor. Adalah Higuain yang mengoyak gawang Sungryong lewat tandukan terukurnya. Berawal dari tendangan bebas mesi, lalu memberikan kepada Maxi Rodrguez. Tanpa pikir panjang Maxi mengumpan ke tengah gawang. Burdiso sedikit memoles dan diakhiri sundulan Higuain.

Menit 40, Di Maria mendapatkan kesempatan menambah perbendaharaan gol Tango, sayangnya tendangan bebasnya mampu di tepis kiper Korsel, Sungryong.

Beruntung pada injury time, pemain Korsel, Park Chu-Yong membuat gol, sehingga memperkecil keadaan. Skor berubah menjadi 2-1, masih untuk Argentina.

Slovakia vs New Zeland Imbang Tanpa Gol

Slovakia vs Selandia Baru Diterpa Angin Kencang
Selasa, 15 Juni 2010 - 19:15 wib
Muhayati Faridatun - Okezone

Foto: Bek Slovakia Martin Skretl (tengah) mencoba menghadang Simon Elliot (ki) / Daylife
RUSTENBURG - Angin kencang dan suhu dingin mewarnai laga penyisihan Grup F antara Selandia Baru dengan Slovakia. Pastinya, kondisi cuaca tersebut menjadi halangan berarti bagi kedua tim. Demikian dilaporkan Reuters.

Saat berita ini diturunkan, babak pertama laga di Stadion Royal Bafokeng, Rustenburg, baru saja berakhir dan skor masih 0-0. Angin yang berembus terlihat pada bendera di sudut-sudut lapangan yang berkibar begitu kencang.

Pekan lalu, pembukaan hajatan sepakbola terakbar ini diiringi sinar matahari yang sangat cerah. Namun, setelah hujan turun menjelang laga antara Italia dan Paraguay di Cape Town, Selasa (15/6/2010) dini hari, para pendukung yang datang menyaksikan langsung di Rustenburg kini menggunakan pakaian musim dingin.

Ya, Piala Dunia kali ini adalah yang pertama berlangsung di musim dingin, setelah kali terakhir pada 1978 silam di Argentina. Di satu sisi, cuaca yang sangat dingin akan mempengaruhi kekebalan tubuh para pemain.

Di sisi lain, angin kencang akan memberi pengaruh besar pada pergerakan Jabulani, bola resmi Piala Dunia yang menuai kritik karena terlalu ringan, aneh dan susah dikendalikan.

Chili 1 vs 0 Honduras

Cili Ungguli Honduras
Tampil dominan sepanjang pertandingan, Cili sukses meraih poin penuh saat menghadapi Honduras.
Oleh M Yanuar F
16 Jun 2010 20:23:00

Honduras v Chile: Jean Beausejour; Matias Fernandez (Getty)
Tiga poin penuh berhasil diamankan Cili usai menundukkan Honduras 1-0 di laga pembuka Grup H, Rabu (16/6) malam WIB di Mbombela Stadium, Nelspruit.

Hasil itu untuk sementara menempatkan Cili di puncak klasemen Grup H dengan tiga angka. Ada pun dua tim lain yang mengisi Grup G, Spanyol dan Swiss, baru akan melakoni laga mereka usai laga ini.

Pertandingan baru dimulai, Cili sudah nyaris menjebol gawang Honduras lewat tendangan bebas Matias Fernandez di menit keempat. Namun bola masih sedikit di atas mistar gawang kiper Noel Valladares.

Kiper Honduras itu juga berhasil menggagalkan upaya Arturo Vidal enam menit kemudian. Sundulan Vidal di menit 27 juga masih tidak tepat sasaran.

Baru di menit 35 Cili bisa unggul setelah bola sodoran Fernandez yang berasil dihalau Sergio Mendoza mengenai badan Juan Beausejour. 1-0 untuk Cili.

Di babak kedua, Cili masih mengendalikan jalannya pertandingan. Namun usaha Serobotan Beausejour juga masih bisa digagalkan Maynor Figueroa. Sementara tendangan Alexis Sanchez di menit 61 masih melebar dari gawang.

Valladares membuat penyelamatan gemilang di menit 63 dengan menghalau sundulan Waldo Ponce yang tidak terkawal di depan gawangnya.

Di menit 75, terjadi dua pelanggaran sekaligus yang membuat gol Jorge Valdivia ke gawang Honduras dianluir. Pelanggaran itu antara lain handball oleh Sanchez dan offside oleh Valdivia.

Di sepuluh menit terakhir laga, pelatih Macelo Bielsa menarik pemain depannya dan memasukkan sejumlah pemain bertahan. Alhasil, skor 1-0 pun berhasil dipertahankan hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan wasit Eddy Maillet.

Susunan pemain:
Honduras: Valladares, Chavez, Figueroa, Nunez (Martinez 78), Izaguirre, Palacios, Guevara (Thomas 66), Mendoza, Espinoza, Alvarez, Pavon (Welcome 60)

Cili: Bravo, Isla, Medel, Ponce, Vidal (Contreras 81), Camona, Millar (Jara 52), Matias Fernandez, Valdivia (Mark Gonzalez 87), Beausejour, Sanchez.

Mantap Uruguay 3 VS 0 Afsel


Diego Forlan sang Pembuat Perbedaan
Kamis, 17 Juni 2010 12:13 WIB

JOHANNESBURG--MI: Setelah laga Piala Dunia Afsel tidak memunculkan pemain yang mampu melesakkan dua gol dalam satu pertandingan, tibalah giliran bomber Uruguay Diego Forlan untuk mencatatkan diri sebagai pemain pertama yang melakukannya.

Sepakan jarak jauh membual kulit bundar bernama Jabulani melayang sebelum menggetarkan jala gawang Afrika Selatan yang dikawal Itumeleng Khune pada menit ke-24. Gol kedua kemudian dilesakkan Forlan melalui titik putih, 10 menit sebelum laga berakhir.

Forlan, bomber yang kini membela Atletico Madrid Spanyol, mendudukan namanya sebagai top skorer sementara dengan dua gol. Setidaknya dia menjadi pemain pertama di Piala Dunia Afsel yang mampu melesakkan dua gol dalam satu pertandingan.

Pujian bagi Forlan dilontarkan pelatih Afsel Carlos Alberto Parreira. Forlan telah menunjukkan penampilan yang sangat bagus, sehingga membuat Uruguay mampu mendikte permainan Afsel. Dengan segudang pengalaman, Forlan memanfaatkannya untuk membuahkan kemenangan.

"Forlan adalah striker yang mampu membuat perbedaan. Saya mengetahui dia sejak beberapa tahun silam ketika masih berada di Brasil," ungkap Parreira.

Pengalaman Forlan cukup lengkap karena pernah bermain di Argentina, kemudian di Inggris, serta saat ini merumput di Liga Spanyol. Di tataran tim nasional, Forlan selalu menjadi pemain yang menyulitkan tim nasional Brasil.

"Dia pemain yang jika tidak diperhatikan cermat, akan menghancurkan Anda," tandas Parreira.

"Forlan membuat perbedaan dengan gol pertamanya. Jika dia tidak mencetak gol pertamanya itu, saya pikir (hasil) pertandingan akan sangat berbeda," ungkap Parreira lagi.

Kendati kemenangan itu menjulangkan harapan Uruguay, kampiun dunia dua kali, Forlan tetap menginginkan rekan-rekannya tidak merasa telah lolos ke babak kedua. Forlan yang menjadi salah satu pemain subur di sepak bola Eropa dalam beberapa tahun terakhir, menginginkan rekan-rekannya tetap menginjak tanah atau sadar diri.

"Kami tahu, kami sudah bermain bagus, dengan pertahanan yang baik dan memanfaatkan peluang yang ada," ungkap Forlan, bomber yang menjadi kunci Atletico Madrid merebut trofi Liga Europa, Mei silam.

"Kami harus sadar, persaingan di grup ini tidak mudah. Semua tim memiliki kekuatan

Swiss 1 VS 0 Spanyol


Gelson Fernandes, Bukti Kekhawatiran Del Bosque

DURBAN, KOMPAS.com - Beberapa hari setelah Barcelona dikalahkan Inter Milan di semifinal Liga Champions, Pelatih Spanyol Vicente Del Bosque merasa khawatir. Ia cemas jika timnya menghadapi tim seperti Inter di Piala Dunia 2010 dan itu terbukti ketika Spanyol melawan Swiss.

Dalam duel di Stadion Moses Mabhida, Durban, Rabu (16/6/2010), Spanyol juga memainkan gaya yang hampir sama dengan Barca. Umpan-umpan pendek dan dominasi penguasaan bola mereka peragakan sepanjang laga. Sebaliknya, Swiss seolah ogah merebut bola dan hanya menunggu "La Roja" lengah untuk kemudian melakukan serangan balik.

Taktik pragmatis Swiss itu membuat Spanyol frustrasi. Di 45 menit pertama, hanya Gerard Pique yang benar-benar mengancam gawang Diego Benaglio. Aksi David Villa dihentikan Stephane Grichting. Pengalir serangan Spanyol, Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, terhalang oleh Philippe Senderos dan Gokhan Inler.

Alih-alih memunculkan pahlawan kemenangan, Spanyol justru dikejutkan oleh serangan efektif Swiss di menit ke-52. Benaglio mengirimkan bola panjang kepada Eren Derdiyok. Penyerang Bayer Leverkusen itu berhasil melewati bek dan kiper Iker Casillas, tapi bola mental dan membentur Pique. Bola liar disambar Gelson Fernandes dan gawang kosong Spanyol pun bergetar. Gol pertamanya di Piala Dunia itu sudah cukup untuk mengalahkan tim "Matador", yang sejak awal difavoritkan sebagai kandidat juara.

Maka sia-sialah semua usaha yang dibangun Spanyol sepanjang 95 menit permainan. Sia-sia pula Del Bosque membangun citra permainan penuh dominasi tapi tanpa serangan efektif. Meski Fernando Torres sempat memanaskan permainan dan tendangan Xabi Alonso membentur mistar, tidak ada yang bisa mengubah skor untuk kemenangan "Schweizer Nati" di laga pertama mereka pada penyisihan Grup H. Spanyol terlalu asyik menyerang, tapi selalu lupa menata barisan belakangnya ketika dikejutkan serangan balik cepat.

Fernandes, 23 tahun, sebetulnya bukan bomber andalan Swiss. Ia adalah seorang winger kiri. Maka dari itu, wajar jika raihan golnya hanya tiga biji di timnas. Ia juga bukan pemain yang spesial ketika membela Manchester City sampai ia pindah ke Saint-Etienne tahun lalu.

Di klub Perancis itu, Fernandes sering dimainkan, tapi sama sekali tak pernah mencetak gol. Berkat permainan regulernya itu, peluang Fernandes masuk skuad timnas menjadi terbuka. Satu hal yang menjadi keunggulan dari mantan kapten timnas U-21 itu adalah sikapnya yang dewasa dan dapat menjadi pemimpin di lapangan.

Lahir di Praia, kepulauan Cape Verde, Fernandes pindah ke Swiss pada usia lima tahun mengikuti keinginan sang ibu. Ia mulai mengenal sepak bola di klub FC Sion saat masih berusia 8 tahun. Tepat di usia 17, tahun 2004, ia menetapkan diri menjadi pemain profesional di Sion.

Tiga tahun setelah menjadi pemain senior, ia pindah ke Liga Inggris. Kedatangannya ke City tak lepas dari peran pelatih Sven-Goran Eriksson, yang menyebutnya sebagai talenta terbaik Swiss. Meski sulit menjadi pemain utama di City, Fernandes mencetak gol cepat sebagai pemain pengganti ketika melawan Newcastle United pada awal Januari 2008. Gol itu lahir 40 detik setelah ia menggantikan Stephen Ireland. Begitu Mark Hughes menjadi pelatih "The Eastlanders", posisi Fernandes goyah. Musim lalu ia memutuskan pindah hijrah ke Ligue 1.

Portugal VS Pantai Gading Imbang Tanpa Gol


Hasil pertandingan Portugal – Pantai Gading imbang tanpa gol, 0-0. Pertandingan pertama di Grup G Piala Dunia 2010 Afsel berjalan kurang menarik. Cristiano Ronaldo sempat mengejutkan dengan tendangan kerasnya saat laga baru berjalan 11 menit. Akan tetapi bola masih membentur tiang gawang.
Babak kedua berjalan dengan lebih banyak peluang bagi kedua tim. Drogba yang kabarnya masih belum sembuh benar dari cedera, akhirnya diturunkan oleh pelatih Sven Goran Erikkson pada menit ke-64. Masuknya Drogba sedikit menambah daya serang Pantai Gading. Tapi sampai peluit akhir berbunyi, usaha kedua tim tidak berhasil membuahkan gol.
Hasil seri sebenarnya cukup merugikan baik bagi Portugal maupun Pantai Gading. Karena keduanya masih sama-sama akan berhadapan melawan Brazil di pertandingan selanjutnya.
Susunan Pemain
Pantai Gading : 1-Boubacar Barry; 5-Didier Zokora, 4-Kolo Toure, 17-Siaka Tiene, 20-Guy Demel, 19-Yaya Toure, 21-Emmanuel Eboue (13-Romaric 87′), 8-Salomon Kalou (11-Didier Drogba 65′), 9-Ismael Tiote 15-Aruna Dindane, 10-Gervinho (18-Kader Keita 82′)
Portugal : 1-Eduardo; 2-Bruno Alves, 6-Ricardo Carvalho, 23-Fabio Coentrao, 3-Paulo Ferreira, 8-Pedro Mendes, 16-Raul Meireles (17-Ruben Amorim 84′), 20-Deco (19-Tiago 61′), 7-Cristiano Ronaldo, 9-Liedson, 10-Danny (11-Simao Sabrosa 55′)

Brazil 2 VS 1Korea Utara


Brazil Vs Korea Utara 2-1, Like untuk Korea Utara
Rabu, 16 Juni 2010, 04:49 WIB
Misterius, seperti sudah diprediksi sebelumnya. Brasil sampai membutuhkan 45 menit kedua untuk merebut kemenangan laga pertama mereka melawan Korea Utara dengan skor tipis 2 - 1.

Di awal laga Brasil mendominasi permainan. Namun, dua gol kemenangan pasukan "Seleccao" itu baru diraih di babak kedua lewat Maicon dan Elano. Sementara itu, gol balasan Korut dari kaki Ji Yun Nam. Dengan kemenangan ini, "Seleccao" menduduki puncak klasemen sementara Grup G dengan tiga poin.

Pertandingan dimulai dengan suhu minus 1 derajat. Brasil yang difavoritkan menjadi juara dengan Sepak bola menyerang yang selama ini diagung-agungkan tidak terlihat di babak pertama, meskipun Brazil mendominasi permainan. Tidak terlihat ide-ide kreatif dari punggawa Brazil. Meskipun melakukan penetrasi dari berbagai lini, serangan Brasil selalu kandas di pertahanan Korut.

Pemain Korea Utara bukannya tak memberikan perlawanan. Lewat permainan yang taktis dan bergerak di berbagai lini, Korut sedikit merepotkan Brasil di babak pertama.

Baru pada babak kedua permainan Brasil mulai meningkat. Bastos mendapat peluang lewat tendangan bebas, sayang, tendangannya hanya melebar.

Menit 55, Maicon menjadi penyelamat. Lewat tendangan dari sudut sempit, sepakannya yang melengkung menembus gawang yang dijaga Ri Myong Guk, penjaga gawang Korut.

Pertahanan Korut mulai kedodoran. Robinho dengan brilian memberikan umpan terobosan yang kemudian diselesaikan Elano di menit 72. Skor 2 - 0 untuk favorit juara.

Korea Utara sebelum akhir pertandingan memperkecil kedudukan lewat sepakan Ji Yun Nam di menit 88.

Susunan pemain

Brasil: 1-Julio Cesar; 2-Maicon, 3-Lucio, 4-Juan, 6-Michel Bastos, 5-Felipe Melo (18-Ramires 83'), 8-Gilberto Silva, 7-Elano (15-Dani Alves 72'), 10-Kaka (21-Nilmar 78'), 11-Robinho, 9-Luis Fabiano.

Korea Utara: 1-Ri Myong-guk; 5-Ri Kwang-chon, 2-Cha Jong-hyok, 13-Pak Chol-jin, 3-Ri Jun-il, 8-Ji Yun-nam, 11-Mun In-guk (6-Kim Kum il 80'), 17-An Yong-hak, 4-Pak Nam-chol, 10-Hong Yong-jo, 9-Jong Tae-se.

Senin, 14 Juni 2010

Aljazair 0 VS 1 Slovenia

Menit Per Menit Aljazair Vs Slovenia


Robert Koren
Minggu, 13 Juni 2010 | 21:28 WITA
POLOKWANE, TRIBUN-TIMUR.COM - Slovenia akhirnya mengandaskan perlawanan Aljazair melalui pertandingan yang membosankan selama 2x45 menit. Gol semata wayang Slovenia dicetak oleh Robert Koren pada menit ke-78 babak kedua memanfaatkan blunder kiper Aljazair Chaouchi.
Inilah menit per menit jalanya pertandingan babak kedua antara Aljazair Vs Slovenia seperti dikutip dari situs detik.com

52' Pergantian pemain dari kubu Slovenia. Zlatan Ljubijankic masuk menggantikan Zlatko Dedic.
52' Kadir dijatuhkan pemain Slovenia di dekat kotak penalti. Kesempatan untuk Aljazair.
53' Belhadj melayangkan bola, Handanovic dengan dingin meredamnya meski ditekan oleh Halliche.
57' Aljazair melakukan pergantian pemain: Abdelkader Ghezzal untuk Rafik Djebbour.
57' Baru semenit masuk ke lapangan Abdelkader Ghezzal dikartu kuning. Tercepat di Piala Dunia untuk pemain pengganti??
63' Sudah satu jam pertandingan berjalan membosankan, adrenalin penonton nyaris tak bergolak.
64' Info statistik: Slovenia tak pernah memenangi pertandingan di turnamen internasional. Main enam kali, kalah empat kali, seri dua kali.
68' Permainan masih "tak jelas". Ini sungguh pertandingan yang tidak memberi hiburan buat penonton. Fans di rumah takkan kehilangan apa-apa jika harus ke dapur dulu untuk membuat kopi dan ambil cemilan.
72' Memalukan untuk Abdelkader Ghezzal. Dia diberi KARTU MERAH oleh wasit.
73' Ghezzal masuk di menit 57, sudah dikartu kuning semenit kemudian. Di menit 72 ia kembali dikartu kuning karena sengaja menahan bola dengan tangannya. Celaka buat Ghezzal, Aljazair terancam.
76' Permainan buruk pemain belakang Slovenia. Kecerobohan Suler nyaris berakibat fatal untuk mereka.75' Unggul satu pemain, Slovenia semestinya bisa bermain lebih baik untuk mencari gol di sisa 15 menit pertandingan.
77' Umpan pendek Handanovic, Suler bengong dan direbut Zaini. Beruntung Handanovic masih bisa menyergap bola. Tapi ia marah besar pada Suler.
78' GOOOOOOOLLL!!!1-0 untuk Slovenia
79' Gol lahir dari tendangan Robert Koren di luar kotak penalti Aljazair. Tidak terlalu keras sepertinya, tapi kiper Chaouchi luput menangkap bola. Chaouchi mengikuti "jejak blunder" kiper Inggris Robert Green kemarin.
82' Aljazair melakukan pergantian dua pemain. Rafik Saifi dimasukkan, Karim Matmour ditarik keluar. Adlene Guedioura menggantikan Foued Kadir.

Perancis VS Uruguay

Piala Dunia: Perancis vs Uruguay: Mantan juara bermain imbang 0-0

June 11, 2010 | 3:45 pm 11 Juni 2010 | 03:45
A match between former World Cup champions produced an opening day dud, with France and Uruguay playing out a 0-0 draw today in Cape Town, South Africa. Sebuah pertandingan antara mantan juara Piala Dunia menghasilkan hari pembukaan tak berguna, dengan Perancis dan Uruguay bermain imbang 0-0 hari di Cape Town, Afrika Selatan.
France winger Franck Ribery and Uruguay striker Diego Forlan showed flashes of their potential, but the fear of losing the opening game stifled offensive tactics for much of the match. France pemain sayap Franck Ribery dan striker Uruguay Diego Forlan kilatan menunjukkan potensi mereka, tapi takut kehilangan pertandingan pembuka menahan taktik menyerang untuk banyak pertandingan.
The low point came when Uruguay substitute Nicolas Lodeiro , who came on in the 63rd, was sent off with two yellow cards after a wild challenge on Bacary Sagna in the 81st minute. Titik rendah datang ketika Uruguay pengganti Nicolas Lodeiro, yang datang pada di 63, dikirim off dengan dua kartu kuning setelah tantangan liar di Bacary Sagna di menit ke-81.
In the end, an early goalmouth miss from France forward Sidney Govou and excellent save from Uruguay goalkeeper Fernando Muslera left Group A as wide open as possible. Pada akhirnya, sebuah awal goalmouth luput dari depan Prancis Sidney Govou dan menyimpan baik dari kiper Uruguay Fernando Muslera meninggalkan Grup A sebagai terbuka lebar mungkin.
"We lacked that last bit, the last pass," France Coach Raymond Domenech said. "Kami tidak memiliki bagian terakhir itu, yang lulus terakhir," Pelatih Raymond Domenech mengatakan Perancis.
The sellout match at the 64,100-seat Green Point Stadium had little of the thrills and drama of the 1-1 opener between South Africa and Mexico at Soccer City, but the result left all four teams tied with one point. Pertandingan sellout di Green Point Stadium 64.100 kursi memiliki sedikit dari sensasi dan drama pembuka 1-1 antara Afrika Selatan dan Meksiko di Soccer City, tapi hasilnya meninggalkan semua empat tim diikat dengan satu poin. But Domenech still saw a difference since the two other teams had scored. Namun Domenech masih melihat perbedaan karena dua tim lain telah mencetak.
"The other two have the advantage," Domenech said. "Dua lainnya memiliki keuntungan itu," kata Domenech.
South Africa plays Uruguay next on Wednesday, one day before France meets Mexico. Afrika Selatan memainkan Uruguay berikutnya pada hari Rabu, satu hari sebelum Prancis bertemu Meksiko.
--Associated Press - Associated Press
Photo: Referee Yuichi Nishimura sends off Uruguay's Nicolas Lodeiro (right) after his second yellow card in less than 20 minutes of play against France on Friday. Foto: Wasit Yuichi Nishimura untuk mengirim Uruguay Nicolas Lodeiro (kanan) setelah kedua kartu kuning dalam waktu kurang dari 20 menit bermain melawan Perancis pada hari Jumat. Credit: Helmut Fohringer / EPA Kredit: Fohringer Helmut / EPA

Afsel VS Meksiko

BERITA WORLD CUP 2010

Striker Meksiko Guillermo Franco (baju hitam) melepaskan bola ke gawang Afrika Selatan yang dikawal kiper Itumeleng Khune pada pertandingan pembuka Piala Dunia 2010 di Stadion Soccer City, Jumat (11/6/2010).
Jumat,11 Juni 2010 | 21:47 WIB
Kontroversial, Afsel Vs Meksiko Masih Imbang

JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Laga pembuka Piala Dunia 2010 langsung diwarnai kontroversi. Tuan rumah Afrika Selatan nyaris kebobolan oleh Meksiko, tapi keputusan wasit membuat skor babak pertama tetap imbang tanpa gol.

Duel di Stadion Soccer City, Jumat (11/6/2010), itu sebetulnya menyuguhkan permainan menarik di sepanjang 45 menit pertama. Kedua tim langsung memeragakan ritme cepat untuk menciptakan peluang.

Meksiko yang punya pengalaman lebih banyak langsung memberi tekanan kepada "Bafana Barfana". Baru menit kedua, gelandang Meksiko Giovani Dos Santos hampir mengubah skor. Pemain Galatasaray itu menyambar bola yang lepas dari tangan kiper Itumeleng Khune di kotak penalti. Untung bagi Afsel karena tendangan Dos Santos melenceng jauh.

Sampai 15 menit kemudian, "El Tri" masih menguasai sayap-sayap lapangan. Selain Dos Santos, peran bek kanan Paul Aguilar sangat terasa bagi tim asuhan Javier Aguirre ini. Kedua pemain tersebut paling sering menusuk ke jantung pertahanan Afsel.

Tuan rumah sendiri kesulitan mengorganisasi serangan dengan rapi. Selain itu, umpan-umpan mereka juga sering jatuh ke kaki lawan. Hanya sekali Afsel memberikan ancaman, yakni ketika Steven Pienaar mengeksekusi tendangan bebas di menit ke-17. Hasilnya nihil karena bola tak mau turun ke gawang.

Dua menit berikutnya, Dos Santos kembali mengancam gawang Khune. Lagi-lagi tendangannya menerpa ruang hampa di atas gawang. Tak lama kemduian, Rafael Marquez juga mendapat kesempatan emas, tapi gerakannya kalah cepat dari Khune.

Peluang terbaik Meksiko terjadi di menit ke-32. Carlos Vela melambungkan bola untuk Guillermo Franco di kotak penalti. Dengan sedikit sentuhan, Franco membidik bola ke gawang, tapi tangan Khune masih dapat menghalau laju si kulit bulat.
Lima menit kemudian, terjadilah kejadian kontroversial. Vela berhasil mencetak gol, tapi wasit Ravshan Irmatov asal Uzbekistan menganggapnya offside. Dalam tayangan ulang, terlihat jelas bahwa Pienaar masih berada mulut gawang dan berdiri di depan Vela.

Susunan pemain:
Afsel: Khune; Gaxa, Mokoena, Khumalo, Thwala; Letsholoyane, Dikgacoi; Modise, Tshabalala, Pienaar; Mphela.

Jadwal World Cup South Africa 2010


Berikut ini jadwal pertandingan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Jadwal lengkap pertandingan Piala Dunia 2010 yang akan disiarkan oleh RCTI dan Global TV. Jadwal laga kualifikasi Grup A – Grup H.
Jadwal Grup A
11 Juni 2010
21:00 Afrika Selatan v Meksiko, Soccer City, Johannesburg
12 Juni 2010
01:30 Uruguay v Prancis, Cape Town Stadium, Cape Town
17 Juni 2010
01:30 Afrika Selatan v Uruguay, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria
17 Juni 2010
18:30 Prancis v Meksiko, Peter Mokaba Stadium, Polokwane
22 Juni 2010
21:00 Meksiko v Uruguay, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg
21:00 Prancis v Afrika Selatan, Free State Stadium, Bloemfontein
Jadwal Grup B
12 Juni 2010
18:30 Argentina v Nigeria, Ellis Park Stadium, Johannesburg
21:00 Korea Selatan v Yunani, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth
17 Juni 2010
21:00 Argentina v Korea Selatan, Soccer City, Johannesburg
18 Juni 2010
01:30 Yunani v Nigeria, Free State Stadium, Bloemfontein
23 Juni 2010
01:30 Yunani v Argentina, Peter Mokaba Stadium, Polokwane
01:30 Nigeria v Korea Selatan, Moses Mabhida Stadium, Durban
Jadwal Grup C
13 Juni 2010
01:30 Inggris v Amerika Serikat, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg
13 Juni 2010
18:30 Aljazair v Slovenia, Peter Mokaba Stadium, Polokwane
18 Juni 2010
21:00 Inggris v Aljazair, Cape Town Stadium, Cape Town
19 Juni 2010
01:30 Slovenia v Amerika Serikat, Ellis Park Stadium, Johannesburg
23 Juni 2010
21:00 Amerika Serikat v Aljazair, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria
21:00 Slovenia v Inggris, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth
Jadwal Grup D
13 Juni 2010
21:00 Jerman v Australia, Moses Mabhida Stadium, Durban
14 Juni 2010
01:30 Serbia v Ghana, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria
18 Juni 2010
18:30 Jerman v Serbia, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth
19 Juni 2010
18:30 Ghana v Australia, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg
24 Juni 2010
01:30 Australia v Serbia, Mbombela Stadium, Nelspruit
01:30 Ghana v Jerman, Soccer City, Johannesburg
Jadwal Grup E
14 Juni 2010
18:30 Belanda v Denmark, Soccer City, Johannesburg
21:00 Jepang v Kamerun, Free State Stadium, Bloemfontein
19 Juni 2010
21:00 Belanda v Jepang, Moses Mabhida Stadium, Durban
20 Juni 2010
01:30 Kamerun v Denmark, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria
25 Juni 2010
01:30 Denmark v Jepang, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg
01:30 Kamerun v Belanda, Cape Town Stadium, Cape Town
Jadwal Grup F
15 Juni 2010
01:30 Italia v Paraguay, Cape Town Stadium, Cape Town
18:30 Selandia Baru v Slowakia, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg
20 Juni 2010
18:30 Italia v Selandia Baru, Mbombela Stadium, Nelspruit
21:00 Slowakia v Paraguay, Free State Stadium, Bloemfontein
24 Juni 2010
21:00 Paraguay v Selandia Baru, Peter Mokaba Stadium, Polokwane
21:00 Slowakia v Italia, Ellis Park Stadium, Johannesburg
Jadwal Grup G
15 Juni 2010
21:00 Brasil v Korea Utara, Ellis Park Stadium, Johannesburg
16 Juni 2010
01:30 Pantai Gading v Portugal, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth
21 Juni 2010
01:30 Brasil v Pantai Gading, Soccer City, Johannesburg
18:30 Portugal v Korea Utara, Cape Town Stadium, Cape Town
25 Juni 2010
21:00 Korea Utara v Pantai Gading, Mbombela Stadium, Nelspruit
21:00 Portugal v Brasil, Moses Mabhida Stadium, Durban
Jadwal Grup H
16 Juni 2010
18:30 Spanyol v Swiss, Moses Mabhida Stadium, Durban
21:00 Honduras v Cili, Mbombela Stadium, Nelspruit
21 Juni 2010
21:00 Spanyol v Honduras, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth
22 Juni 2010
01:30 Cili v Swiss, Ellis Park Stadium, Johannesburg
26 Juni 2010
01:30 Swiss v Honduras, Free State Stadium, Bloemfontein
01:30 Cili v Spanyol, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria


Jadwal 16 Besar
26 Juni 2010, 21:00
Juara Grup A v Peringkat Kedua Grup B
Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth (Partai 49)
27 Juni 2010, 01:30
Juara Grup C v Peringkat Kedua Grup D
Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg (Partai 50)
27 Juni 2010, 21:00
Juara Grup D v Peringkat Kedua Grup C
Free State Stadium, Bloemfontein (Partai 51)
28 Juni 2010, 01:30
Juara Grup B v Peringkat Kedua Grup A
Soccer City, Johannesburg (Partai 52)
28 Juni 2010, 21:00
Juara Grup E v Peringkat Kedua Grup F
Moses Mabhida Stadium, Durban (Partai 53)
29 Juni 2010, 01:30
Juara Grup G v Peringkat Kedua Grup H
Ellis Park Stadium, Johannesburg (Partai 54)
29 Juni 2010, 21:00
Juara Grup F v Peringkat Kedua Grup E
Loftus Versfeld Stadium, Pretoria (Partai 55)
30 Juni 2010, 01:30
Juara Grup H v Peringkat Kedua Grup G
Cape Town Stadium, Cape Town (Partai 56)
Jadwal Perempat Final
2 Juli 2010, 21:00
Pemenang Partai 53 v Pemenang Partai 54
Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth (Partai 57)
3 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 49 v Pemenang Partai 50
Soccer City, Johannesburg (Partai 58)
3 Juli 2010, 21:00
Pemenang Partai 52 v Pemenang Partai 51
Cape Town Stadium, Cape Town (Partai 59)
4 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 55 v Pemenang Partai 56
Ellis Park Stadium, Johannesburg (Partai 60)

Semi Final
7 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 58 v Pemenang Partai 57
Cape Town Stadium, Cape Town (Partai 61)
8 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 59 v Pemenang Partai 60
Moses Mabhida Stadium, Durban (Partai 62)
Perebutan Juara Ketiga
11 Juli 2010, 01:30
Tim Kalah Partai 61 v Tim Kalah Partai 62
Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth (Partai 63)

Ghana VS Serbia

Monday, 14 June 2010
Ghana bahagiakan Afrika

Pahlawan Ghana Asamoah Gyan mengatakan kemenangan timnya tidak lepas dari dukungan semua rakyat Afrika. Pemain bernomor punggung tiga ini mencetak gol satu-satunya melalui titik penalti pada menit 84 dan membawa timnas Ghana unggul atas Serbia 1-0 pada laga perdana Grup D Piala Dunia 2010 Afrika Selatan di Stadion Loftus Versfeld, Pretoria, Minggu (13/6 malam. ''Ini adalah kemenangan yang sangat penting. Kami akhirnya berhasil juga meraih tiga angka dan semua orang merasa bahagia dengan kemenangan ini,''kata Asamoah, Senin (14/6) dini hari seperti dilansir goal.com.
Pada babak pertama permainan kedua tim sangat berhati-hati. Begitu juga masing-masing pemain. Asamoah sendiri tampil kurang lepas dan bermain kurang berani. Namun pada babak kedua, pemain kelahiran Accra Ghana 22 November 1985 ini tampil cukup impresif. Seperti pada menit 61, sundulan Asamoah memanfaatkan umpan Pantsil hanya mengenai mistar gawang Serbia.
Pada menit 74 Serbia harus kehilangan pemainnya, Aleksandar Lukovic diusir wasit Hector Baldassi usai menarik lengan pemain Ghana, Asamoah Gyan. Lukovic dikartu merah usai mendapat kartu kuning keduanya. Kalah jumlah pemain, tidak membuat Serbia turun semangat.
Gempuran tetap dilakukan Serbia yang sempat mengancam gawang Ghana yang dijaga Kingson. Hingga akhirnya pada menit ke- 82, petaka kembali menimpa Serbia.
Kali ini pemain belakangnya, Dravko Kuzmanovic menyentuh bola di kotak penalti. Wasit Hector pun tanpa ragu langsung menunjuk titik putih dan mengganjar Kuzamovic dengan kartu kuning.
''Kami sudah mengetahui apa yang bakal dilakukan oleh pemainpemain Serbia. Mereka bermain umpan-umpan panjang dan secara taktik kami telah bermain sempurna hari ini,''tambah pemain yang saat ini merumput di Modena Italia. Tidak lupa juga Asamoah mengatakan kemenangan ini tidak lepas dari dukungan semua rakyat Ghana terutama Afrika yang membuat dia dan rekan-rekannya tampil semangat sepanjang pertandingan.
''Semua orang bahagia kepada kami, begitu juga dengan setiap orang Afrika.Semua rakyat Afrika berada dan mendukung kami,''kata Asamoah penuh kegembiraan.
Kemenangan bagi Ghana membuat sang pelatih Milovan Rajevac menjadi pelatih pertama di Piala Dunia yang mampu mengalahkan negara asalnya sejak Bruno Metsu menundukkan Prancis ketika menangani Senegal pada Piala Dunia 2006.
Negatif
Sebaliknya salah satu pemain Serbia Dejan Stankovic kecewa berat dengan kekalahan ini. Gelandang Serbia ini mengaku sangat kecewa atas hasil negatif yang baru saja diraih timnya.''Ini adalah sebuah awal yang sangat buruk bagi kami. Padahal dalam pertandingan itu kami mempunyai sejumlah peluang tapi kami tak bisa menuntaskannya. Sekarang kami harus bisa menunjukkan kalau kami akan bisa melewati situasi sulit ini,''kata Stankovic.
Kemenangan ini membawa Ghana kini memimpin Grup D dengan koleksi tiga poin. Sedangkan Serbia berada di dasar klasemen tanpa satu poin pun. Di laga keduanya nanti, Serbia akan berhadapan dengan Jerman pada Jumat (18/6) mendatang. Ghana akan meladeni Australia Sabtu (19/6).

Argentina Menang Atas Nigeria

BERITA WORLD CUP 2010

Para pemain Argentina merayakan gol yang dicetak Gabriel Heinze ke gawang Nigeria pada menit keenam. Argentina menang 1-0 pada laga perdana penyisihan Grup B Piala Dunia 2010, Sabtu (12/6/10).
Sabtu,12 Juni 2010 | 22:49 WIB
Argentina Jinakkan "Elang Super"

JOHANNESBURG, Kompas.com - Argentina mengawali usahanya meraih gelar juara Piala Dunia 2010 dengan hasil bagus. Menghadapi Nigeria pada partai perdana penyisihan Grup B di Stadion Ellis Park, Johannesburg, Sabtu (12/6/10), "Albiceleste" menang 1-0.

Gabriel Heinze menjadi pahlawan tim Tango dalam laga seru tersebut. Aksi heroik bek kiri ini, membuat Argentina unggul cepat pada menit keenam. Sambil terbang, Heinze mengarahkan bola umpan pojok, ke sudut kanan atas gawang Nigeria. Kiper Vincent Enyeama hanya terperangah melihat gawangnya kebobolan dalam tempo yang begitu singkat.

Gol Heinze ini mematahkan rekor gol tercepat di Afrika Selatan, yang sekitar satu jam sebelumnya diciptakan oleh bek Korea Selatan, Lee Jung-Soo. Lee mencetak gol pertama timnya pada menit ketujuh, sekaligus mengawali pesta Korsel atas Yunani, yang digasak 2-0.

Dengan demikian, Korsel dan Argentina menjadi tim pertama yang meraih kemenangan di Piala Dunia 2010 karena pada laga penyisihan Grup A yang berlangsung sehari sebelumnya, tak ada yang meraih kemenangan. Tuan rumah Afsel ditahan imbang 1-1 oleh Meksiko, serta Uruguay bermain kaca mata dengan Perancis. Dan, raihan tiga poin ini membuat Korsel untuk sementara memimpin Grup B, disusul Argentina.

Lionel Messi menjadi bintang pertandingan ini. Striker mungil Barcelona tersebut memperlihatkan sihirnya, yang membuat barisan belakang Nigeria kocar-kacir dalam mengantisipasi serangan.

Alhasil, ketika pertandingan memasuki usia 6 menit, Argentina sudah memimpin, yang didahului kontribusinya ketika melepaskan tendangan keras yang memaksa kiper Vincent Enyeama "terbang" untuk menepis bola, sehingga terjadi corner kick. Inilah awal dari gol Argentina pada menit keenam, karena Heinze berhasil memaksimalkan umpan tendangan pojok Sebastian Veron. Sambil terbang, bek kiri tersebut menyundul dan mengarahkan si kulit bundar ke pojok kanan atas gawang sehingga bergetarluah jala Nigeria. 1-0 untuk tim Tango.

Keunggulan cepat ini membuat jalannya pertandingan semakin seru. Nigeria pun meningkatkan serangan untuk menyamakan kedudukan. Tetapi pasukan "Elang Super" besutan pelatih Lars Lagerback ini masih menemui jalan buntu untuk mengoyak jala Argentina.

Hingga menjelang turun minum, Argentina terus mendominasi permainan. Messi tetap menjadi momok bagi pertahanan Nigeria, karena aksi individu top skor Liga Spanyol tersebut sangat sulit diantisipasi, kecuali dengan melanggarnya sebelum dia masuk kotak penalti. Babak pertama tetap 1-0.

Di awal babak kedua, tempo permainan agak menurun. Meskipun demikian, Nigeria masih kesulitan mencari celah untuk menembus pertahanan Argentina.
Melihat kinerja barisan depannya tidak terlalu maksimal, Lagerback membuat pergantian pada menit ke-52. Victor Obinna ditarik keluar dan diganti oleh mantan striker Inter Milan, Obafemi Martins. Kemudian, pada menit ke-60 Chinedu Ogbuke digantikan oleh Peter Odemwingie. Meskipun demikian, belum ada perubahan yang mencolok dari Nigeria, dalam membangun serangan.

Pada menit ke-65, serangan balik Argentina sempat membuat kubu Nigeria ketar-ketir. Bagaimana tidak, ketika Tevez menggiring bola dari belakang hingga ke depan, ada tiga rekannya yang sudah menunggu, sehingga empat pemain Argentina mengepung dua pemain belakang Nigeria. Sayang, Messi yang menerima umpan Tevez, tidak sempurna mengeksekusi bola karena tendangan kaki kirinya melenceng di sisi kanan gawang.

Sontak, Maradona yang berada di pinggir lapangan langsung melompat untuk meluapkan kekecewaan. Padahal, pelatih yang tampil sangat parlente dengan jambang putih menghiasi wajah itu, tampaknya sudah memiliki harapan besar mereka bisa menggandakan keunggulan. Raut kekecewaan juga terlihat dari suporter Argentina, yang memenuhi stadion.

Sampai menit ke-90, kedua tim masih memiliki kesempatan mencetak gol. Tetapi, hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan usai, tak ada gol tambahan dan skor tetap 1-0.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Argentina, dalam kampanye meraih gelar ketiga turnamen empat tahunan tersebut. Kini, mereka harus mempersiapkan diri menghadapi laga kedua melawan Korsel pada 17 Juni mendatang, sebelum bertemu Yunani di partai pamungkas penyisihan Grup B pada 23 Juni.

- Susunan pemain

Argentina: 22-Sergio Romero; 2-Martín Demichelis, 13-Walter Samuel, 6-Gabriel Heinze, 17-Jonas Gutierrez, 14-Javier Mascherano, 8-Juan Sebastian Veron (20-Maxi Rodriguez 74'), 9-Gonzalo Higuaín (19-Diego Milito 80'), 11-Carlos Tevez, 7-Angel Di María (4-Nicolas Burdisso 85'), 10-Lionel Messi.

Nigeria: 1-Vincent Enyeama, 6-Danny Shittu, 2-Joseph Yobo, 3-Taye Taiwo (12-Kalu Uche 74'), 17-Chidi Odiah, 20-Dickson Etuhu, 15-Lukman Haruna, 14-Sani Kaita, 18-Victor Obinna (9-Obafemi Martins 52'), 8-Yakubu Aiyegbeni, 19-Chinedu Ogbuke (11-Peter Odemwingie 60').

Belanda 2 vs 0 Denmark

Piala Dunia
Kuyt Gandakan Keunggulan Belanda

Penyerang Belanda, Dirk Kuyt (kiri) merayakan golnya ke gawang Denmark, pada babak penyisihan grup Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, Senin (14/6/2010).
Senin, 14/6/2010 | 20:09 WIB
JOHANNESBURG - Penyerang Belanda, Dirk Kuyt mencetak gol yang membawa timnya unggul 2-0 atas Denmark, pada babak penyisihan grup Piala Dunia, Senin (14/6/2010).
Gol bermula dari pergerakan Elia di sektor kanan pertahanan Denmark. Ia kemudian masuk ke masuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan ke tengah bawah gawang.
Sorensen berhasil menepis bola, sehingga bola bergulir membentur tiang kiri gawangnya. Bola kemudian memantul dan disambut sontekan kaki Kuyt yang membuat bola masuk jaring Denmark, pada menit ke-85.

England VS AS Imbang

Blunder Kiper Robert Green, AS Paksa Inggris Main Imbang
Ahad, 13 Juni 2010, 03:32 WIB

Kiper Inggris Robert Green melakukan kesalahan fatal saat gagal menghalau bola yang seharusnya dengan mudah ditangkapnya.
Tim yang difavoritkan juara, Inggris, ternyata mengalami kesulitan saat menghadapi Amerika Serikat (AS) dalam laga Grup C Piala Dunia 2010, Ahad dinihari WIB (13/6). Inggris pun dipaksa main imbang 1-1 di Stadion Royal Bafokeng.

Timnas Inggris sebenarnya sempat membuat kejutan melalui gol cepat di menit ke-4 yang dicetak sang kapten. Steven Gerrard. Namun, di menit ke-41, AS mampu menyamakan kedudukan melalui tendangan spekulasi Clint Dempsey. Bola seharusnya bisa ditangkap kiper Inggris Robert Green. Namun bola itu terlepas dari genggaman dan masuk ke gawang.

Lini tengah 'The Three Lions' yang dikawal Gerrard dan Frank Lampard ternyata mampu diimbangi lini tengah AS yang dikomandoi Landon Donovan dan Dempsey. Kiper AS Tim Howard juga tampil memikat. Tercatat beberapa peluang Inggris melalui Wayne Rooney dan Lampard mampu dimentahkannya.

Susunan Pemain

Inggris:
12-Robert Green; 2-Glen Johnson, 20-Ledley King, 6-John Terry, 3-Ashley Cole; 7-Aaron Lennon, 4-Steven Gerrard, 8-Frank Lampard, 16-James Milner; 21-Emile Heskey, 10-Wayne Rooney.

Amerika Serikat:
1-Tim Howard; 6-Steve Cherundolo, 15-Jay DeMerit, 5-Oguchi Onyewu, 3-Carlos Bocanegra; 10-Landon Donovan, 4-Michael Bradley, 13-Ricardo Clark, 8-Clint Dempsey; 17-Jozy Altidore, 20-Robbie Findley.

Japan Kalahkan Kamerun

Man of The Match
Keisuke Honda, Kado Istimewa "Sang Kaisar"

Gelandang Jepang, Keisuke Honda.

Senin, 14/6/2010 | 23:45 WIB
Sebelum melawan Kamerun, Pelatih Jepang Takeshi Okada memotivasi timnya untuk meniru kemenangan Korea Selatan melawan Yunani. Namun, gelandang Keisuke Honda punya motivasi tersendiri untuk memenangkan timnya.

Minggu (13/6/2010) kemarin, gelandang Jepang Keisuke Honda merayakan ulang tahunnya yang ke-24. Sehari setelahnya, hari ini, Honda membuat Jepang berpesta melalui gol tunggalnya ke gawang Kamerun.

Itulah gol yang menjadi kado istimewanya malam tadi. Gol yang dirayakannya dengan berlari ke arah bangku cadangan dan merangkul rekan-rekannya di sana. Honda pantas mendapatkannya karena ia memang bermain cantik tadi malam.

Dengan lebih banyak bermain di sayap kiri, Honda banyak mendapatkan ruang kosong karena perhatian Kamerun banyak terkuras kepada winger kanan Jepang, Daisuke Matsui. Dalam catatan ESPN, selama babak pertama, sayap kanan Jepang memasok 76 persen serangan dan Matsui menjadi otaknya.

Berkat kreativitas Matsui pula, Honda mendapatkan kesempatan pertama mencetak gol di menit ke-20. Crossing jauh Matsui gagal ditangkap kiper Souleymanou Hamidou dan bola menghampiri Honda. Honda tak sempat menyentuhnya karena Hamidou keburu mengusir si kulit bulat.

Honda tak menyia-nyiakan kesempatan kedua di menit ke-38. Kali ini, umpan Matsui jatuh tepat di depannya. Usai mengontrol bola dengan dadanya, Honda melepas tembakan keras ke arah gawang.

Gol tersebut menjadi gol pertama Honda dalam debutnya di putaran final Piala Dunia. Total, ia sudah mencetak lima gol untuk "Samurai Biru". Yang pertama ia buat pada Mei 2009. Gol itu sekaligus menjadi jawaban atas keraguan publik karena sebelumnya Honda hanya memperkuat Jepang di tiga laga kualifikasi Piala Dunia.

Sejak mengawali karier bersama Nagoya Grampus pada 2005, Honda dikenal sebagai pemain yang punya talenta sebagai playmaker. Setelah tiga tahun merumput di Jepang, Honda mencoba peruntungan dengan bermain di Eropa. Tujuannya adalah VVV-Venlo di Eredivisie Belanda. Di sana, ia mencetak 24 gol dalam 64 penampilan dan mendapat julukan baru, "Keiser Keisuke" alisas "Kaisar Keisuke".

Prestasinya itu membuat beberapa klub besar Eropa tertarik membelinya. Liverpool, Arsenal, Everton, PSV Eindhoven, dan Ajax dikabarkan pernah mendekati pemain kelahiran Osaka tersebut. Namun, pada akhirnya ia memilih CSKA Moskwa pada bursa transfer musim dingin tahun ini.

Meski baru bergabung Januari lalu, Honda langsung mendapat kepercayaan penuh di CSKA. Ia pun diminta tampil pada leg kedua 16 besar Liga Champions versus Sevilla. Itulah debutnya di turnamen itu dan ia langsung mencetak gol di laga tersebut. CSKA menang 2-1 dan Honda menjadi pemain pertama asal Jepang yang mencetak gol di fase gugur Liga Champions Eropa.

Karena penampilannya yang sedang memanas itulah, Honda mendapat panggilan ke timnas menuju Piala Dunia. Momennya tepat karena meski hanya tiga kali tampil di kualifikasi, penampilan Honda mencapai puncaknya di putaran final kali ini.

Korea Selatan VS Yunani


Usai Tundukkan Yunani, Ji-Sung Pasang Target
Park Ji-Sung percayakan progres tim selanjutnya usai menang mayakinkan di laga pertama.
13 Jun 2010 11:51:00
Park Ji-Sung, South Korea vs Greece
Bintang Korea Selatan Park Ji-Sung semakin melambung usai mengantar timnya menekuk Yunani 2-0 di laga perdana Grup B, Sabtu (12/6) malam WIB.

Tak ayal, kepercayaan diri timnas Korea Selatan untuk melewati fase grup ikut membumbung tinggi. Meski demikian, Park dkk tetap merasa perlu waspada karena masih ada laga sisa yang relatif berat.

Tapi sejauh ini Park mengaku puas dengan raihan tersebut, terlebih ia menjadi aktor utama yang menginspirasi kemenengan Korea. Dirinya pun dipredikati oleh ofisial sebagai man of the match pada laga itu.

"Suatu kehormatan dan rasa suka cita bagi saya karena saya yang terpilih [man of the match]. Kami memainkan laga dengan bagus di partai perdana kami, saya sungguh bahagia," ujar kapten Korea tersebut.

"Karena ini merupakan Piala Dunia yang pertama kali diselenggrakan di Afrika, saya sangat gembira karena mampu mengendalikan laga dengan memenanginya."

Saat ditanya tentang gol yang diciptakannya, gelandang Manchester United ini menjawab dengan rendah hati, "Secara pribadi rasanya sangat terhormat bisa mencetak gol, dan pada akhirnya kami keluar sebagai pemenang, saya juga sungguh senang karena saya berkontribusi membawa tim ini memang," tandasnya.

Hadangan terberat Korea mungkin ada pada laga kontra Argentina yang difavoritkan berbagai kalangan sebagai kandidat juara grup. Namun Park tetap melontarkan nada optimisme.

"Tentu saja Argentina merupakan tim terkuat di grup, dan orang-orang pasti mengatakan mereka akan mampu menembus final," lanjut Park.

"Sebelum Piala Dunia, kami mencoba laga pemanasan menghadapi Spanyol, dan saya rasa melawan Argentina sama halnya dengan laga tersebut."

"Memang ada perbedaan antar kedua tim itu, namun hal-hal tak terduga kerap terjadi di Piala Dunia, itulah yang ingin kami optimalkan," pungkasnya.

Italia VS Paraguay

Gelandang Daniele De Rossi bergembira seusai mencetak gol yang membawa Italia bermain seri dengan Paraguay pada partai pertama Grup F PD 2010 di Cape Town, 14 Juni 2010. AFP PHOTO/FILIPPO MONTEFORTE
Daniele De Rossi (© AFP 2010)


Italia Bermain Imbang Lawan Paraguay
Italia tidak mampu menuai poin maksimal pada laga pembuka Grup F seusai ditahan imbang Paraguay 1-1 (0-1) di Stadion Cape Town, Cape Town, Senin (14/6) atau Selasa dini hari WIB. Gol Daniele De Rossi menyelamatkan sang juara bertahan dari kekalahan setelah tertinggal lebih dulu di babak pertama.

Italia turun dengan formasi satu striker. Vincenzo Iaquinta digeser lebih ke belakang sebagai gelandang serang dari sayap bersama dengan Simone Pepe. Pelatih Timnas Italia Marcello Lippi memercayakan jantung pertahanan untuk dikawa Fabio Cannavaro dan Giorgio Chiellini. Sedangkan di barisan tengah, Lippi menempatkan Daniele De Rossi, Riccardo Montolivo dan Claudio Marchisio.

Di kubu Paraguay, Roque Santa Cruz di luar dugaan tidak mendapat tempat dalam starting line-up. Tombak kembar Guarranies diserahkan Gerardo Martino kepada Nelson Haedo Valdez dan Lucas Barrios. Aureliano Torres diberi keleluasaan oleh pelatih Gerardo Martino bermain di barisan tengah. Di bawah mistar gawang Paraguay bercokol kiper senior Justo Villar.

Ditandai turunnya hujan, Italia mendominasi serangan di 10 menit awal. Tapi Paraguay bisa memberi perlawanan di lini tengah. Memasuki menit ke-22, Italia mengancam. Namun tendangan dari Montolivo datangnya lemah sehingga mudah dipeluk Justo Villar. Semenit kemudian tembakan Torres melenceng. Enam menit sebelum babak pertama usai gawang Italia dijebol sundulan Antonin Alcaraz yang meneruskan tendangan bebas Torres dari sisi kiri pertahanan Italia. Kedudukan babak pertama berakhir dengan 1-0 untuk Paraguay.

Lippi di luar dugaan mengganti Gigi Buffon dengan Federico Marchetti di babak kedua. Gli Azzurri berusaha menekan sejak awal namun koordinasi pertahanan yang jurang rapih pada menit ke-50 hampir saja berbuah malapetaka. Beruntung tendangan Enrique Vera tidak tepat pada sasaran.

Lippi melakukan perubahan formasi ke 4-4-2 setelah memasukkan Mauro Camoranesi untuk menggantikan Marchisio. Gol yang dinanti-nanti kubu Italia akhirnya datang di menit ke-63. Berawal dari sepak pojok Pepe, kesalahan Villar dalam meninju bola dimaksimalkan De Rossi dengan sepakan kaki kanannya. Skor imbang 1-1.

Satu peluang terbaik bagi Italia untuk balik memimpin diciptakan Montolivo ketika sepakan mendatarnya tepat ke pojok gawang. Tapi dengan cekatan bola bisa ditepis Villar. Hingga wasit menitup peluit akhir kedudukan tetap 1-1. Dengan hasil ini peluang kedua tim masih sangat terbuka untuk lolos ke babak selanjutnya. Dua tim lain di Grup F, Selandia Baru dan Slovakia, baru akan bermain besok atau Selasa malam WIB.

Susunan pemain:
Italia: Buffon (Marchetti 46); Zambrotta, Cannavaro, Chiellini, Criscito; De Rossi, Montolivo; Pepe, Marchisio (Camoranesi 59 (kk)), Iaquinta; Gilardino (Di Natale 72).
Paraguay: Villar; Bonet, Alcaraz, Da Silva, Morel; Vera, V. Caceres (kk), Riveros, Aureliano Torres (Santana 60); Valdez (Santa Cruz 68), Lucas Barrios (Cardozo 76).
Wasit: Benito Archundia (Meksiko).
(DIM)