
JOHANNESBURG - Pelatih Italia Marcello Lippi menegaskan bertanggung jawab penuh atas hasil buruk yang dialami skuadnya di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Kekalahan dramatis Italia dari Slovakia 2-3 pada laga terakhir penyisihan Grup F, di Stadion Ellis Park, Johannesburg, Kamis (24/6) malam, mengantarkan tim dengan titel juara bertahan ini tersingkir lebih awal menyusul Prancis. Robert Vittek memborong dua gol untuk Slovakia pada menit 25 dan 73. Kemudian Kamil Kopunek menutup kemenangan pada menit 89. Sedangkan Italia memperkecil melalui Antonio DI Natale (81) dan Fabio Quagliarell (90").
"Saya akan mengambil tanggung jawab ini. Bukan yang lain. Karena jika sebuah tim datang di turnamen sepenting ini dengan banyak teror di kaki, kepala, dan hati mereka serta tidak mampu tampil baik. Ada masalah taktik dan mental juga, namun dari semua ini aku merasa aspek psikologis paling berpengaruh. Aku merasa tim ini bisa meraih sesuatu dan walaupun aku tidak mempersiapkan mereka secara baik, aku mengharapkan lebih namun performa di babak pertama mengatakan semuanya,"kata Marcello Lippi, Jumat (25/6) pada goal.com.
Kegagalan Italia lolos ke fase penyisihan grup ini yang pertama kali sejak 1974 lalu. Tapi kegagalan ini yang terburuk dalam 54 tahun terakhir. Digelaran Piala Dunia 1966, Italia juga kalah dari Korea Utara, namun tim Azzurri masih bisa mencetak satu kemenangan dari tiga partai. Sedangkan di Piala Dunia 1974, Italia juga bisa menunjukkan satu kemenangan dari tiga partai. Dari trek record terdahulu, pencapaian tahun ini merupakan yang terburuk dan cukup memalukkan untuk skuad sekelas Italia.
Di fase penyisihan grup, Italia dua kali seri dengan susah payah dan harus kandas dari Slovakia. "Saya sangat kecewa mengakhiri pengalaman kedua saya menangi Italia dengan cara seperti ini. Saya sama sekali tidak memperkirakannya. Saya pribadi tidak berpikir bisa menang Piala Dunia untuk kedua kalinya. Tapi juga tidak berpikir akan gagal di penyisihan grup,"tambah pelatih yang sukses membawa Italia juara dunia 2006.
Sementara itu Andea Pirlo mengaku kecewa dengan pencapaian buruk Italia. Pemain yang diturunkan pada pertengahan babak kedua ini menyebut kegagalannya sebagai akhir sebuah era. "Kami pastinya malu dengan diri kami sendiri.
Kami sama sekali tak bisa menang dan kesalahan ini harus menjadi dibagi bersama semua orang. Kami adalah tim dan tanggung jawab harus dibagi kepada semua orang. Apakah ini menjadi akhir sebuah era? Ya saya rasa demikian. Tapi, jika memang dibutuhkan, saya akan siap untuk kembali masuk timnas di masa mendatang,"kata gelandang yang merumput bersama AC Milan ini.
Redam
Sebaliknya pelatih Slovakia Vladimir Weiss sangat gembira dengan kemenagan timnya yang meredam ambisi juara bertahan Italia. Dia meminta pendukung di negaranya untuk menikmati kemenang - an yang cukup bersejarah ini.
"Saya merasa sangat bangga terhadap tim dan semua pemain yang sudah tampil. Kemenangan ini sangat penting buatku sebagai pelatih, pemain dan juga negara kami secara keseluruhan. Terus terang saya tidak menyangka kami luar biasa dan telah kami tunjukkan,"kata Weiss usai laga.
Sedangkan pencetak dua gol Slovakia Robert Vittek menegaskan kalau kemenangan ini merupakan kontribusinya semata. Dengan rendah hati, pemain yang dinobatkan sebagai Man of The Match mengatakan kemenangan ini merupakan hasil semua tim.
"Ini bukan tentang saya seorang. Tapi kemenangan ini adalah hal penting buat kami sebagai tim. Memang bisa terpilih sebagai pemain terbaik sungguh besar, tetapi tropi ini saya berikan untuk semuanya,"kata Vittek.
Kemenangan ini menjadi sejarah bagi Slovakia yang melangkah ke babak kedua pertama kalinya dalam dua kali keikut sertaan di hajatan sepakbola empat tahunan ini. Dengan finis runner up grup F, Slovakia mengemas empat poin dan melenggang ke babak perdelapan final. Lawan berikutnya bagi Slovakia melawan juara grup E, Belanda yang menang atas Kamerun 2-1 pada Jumat (25/6) dini hari tadi.






























